Lombok Utara (postkotantb.com)- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, kembali melaksanakan kunjungan dalam rangka 'Jumat Salam', Jumat (8/12). Dalam kunjungan kali ini, dinas tersebut menyasar Desa Genggelang, Kecamatan Genggelang, Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Kedatangan tim Dispora NTB disambut hangat Kepala Desa Genggelang, Al- Maududi, beserta jajarannya. Untuk diketahui, Desa Genggelang merupakan wilayah yang masuk dalam binaan program Jumat Salam dan menjadi desa wisata yang ada di kecamatan tersebut.
Desa ini dihuni oleh 2.500 KK dengan 7000 jiwa yang tersebar di 12 dusun. Kondisi topografi Desa ini berupa pegunungan, dengan 95 persen pekerjaannya sebagai petani. Dengan topografi seperti ini Desa Genggelang juga telah bekerja sama dengan Luar Negri, yaitu Polandia dan Chekoslovakia. Sehingga mendapatkan energi yang terbarukan.
Selain itu, Desa Genggelang merupakan daerah perkebunan yang banyak ditanami tanaman jenis Kakao, Kopi, dan Durian. Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Genggelang, Al-Maududi menggarisbawahi beberapa permasalahan pokok desa untuk diatensi. Diantaranya pembangunan gedung, museum desa dan sejumlah persoalan lainnya.
"Termasuk permasalahan pemuda, sumur bor, bantuan sosial, dan perizinan," paparnya.
Sedangkan BPD Genggelang, Sastrawadi, mengeluhkan revitalisasi posyando yang belum dimaksimalkan melalui kehadiran Pemerintah Provinsi, serta angka stunting yang mencapai 17 persen dengan harapan bisa turun diangka 14 persen.
"Harapan lain dari Desa Genggelang, yaitu tentang sumur bor, terdapat 12 dusun di Desa Genggelang dan 9 dusun masih mengalami kekeringan atau kurang sumber mata air," imbuhnya.
Khusus untuk kepemudaan dan keolahragaan, Majelis Kerame Desa berharap, Pemerintah Provinsi NTB dapat menghadirkan pelatihan bagi para generasi muda di desa tersebut. Dari pertemuan tersebut, dapat disimpulkan, Desa Genggelang masih membutuhkan ulur tangan Pemerintah Provinsi NTB.(RIN)
Kedatangan tim Dispora NTB disambut hangat Kepala Desa Genggelang, Al- Maududi, beserta jajarannya. Untuk diketahui, Desa Genggelang merupakan wilayah yang masuk dalam binaan program Jumat Salam dan menjadi desa wisata yang ada di kecamatan tersebut.
Desa ini dihuni oleh 2.500 KK dengan 7000 jiwa yang tersebar di 12 dusun. Kondisi topografi Desa ini berupa pegunungan, dengan 95 persen pekerjaannya sebagai petani. Dengan topografi seperti ini Desa Genggelang juga telah bekerja sama dengan Luar Negri, yaitu Polandia dan Chekoslovakia. Sehingga mendapatkan energi yang terbarukan.
Selain itu, Desa Genggelang merupakan daerah perkebunan yang banyak ditanami tanaman jenis Kakao, Kopi, dan Durian. Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Genggelang, Al-Maududi menggarisbawahi beberapa permasalahan pokok desa untuk diatensi. Diantaranya pembangunan gedung, museum desa dan sejumlah persoalan lainnya.
"Termasuk permasalahan pemuda, sumur bor, bantuan sosial, dan perizinan," paparnya.
Sedangkan BPD Genggelang, Sastrawadi, mengeluhkan revitalisasi posyando yang belum dimaksimalkan melalui kehadiran Pemerintah Provinsi, serta angka stunting yang mencapai 17 persen dengan harapan bisa turun diangka 14 persen.
"Harapan lain dari Desa Genggelang, yaitu tentang sumur bor, terdapat 12 dusun di Desa Genggelang dan 9 dusun masih mengalami kekeringan atau kurang sumber mata air," imbuhnya.
Khusus untuk kepemudaan dan keolahragaan, Majelis Kerame Desa berharap, Pemerintah Provinsi NTB dapat menghadirkan pelatihan bagi para generasi muda di desa tersebut. Dari pertemuan tersebut, dapat disimpulkan, Desa Genggelang masih membutuhkan ulur tangan Pemerintah Provinsi NTB.(RIN)


0Komentar