Breaking News

APDESI NTB: Kasus Montong Buwuh Jangan Sampai Merusak Pariwisata Pulau Lombok!

APDESI NTB
Ketua APDESI NTB, Mastur.

Lombok Barat (postkotantb.com)- Kasus Penyerangan dan Pengeroyokan yang terjadi Jumat malam kemarin di Dusun Montong Buwuh, Desa Meninting, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), menjadi atensi Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) NTB.

Dikonfirmasi, Sabtu (11/05), Ketua APDESI NTB, Mastur, menyesalkan kasus yang terjadi di Montong Buwuh. Dirinya khawatir,  kasus tersebut dapat menganggu kondusifitas sektor pariwisata di NTB, khususnya Pulau di Pulau Lombok. Padahal saat ini sektor tersebut tengah bangkit, setelah terpuruk akibat Pandemi Covid 19.

"Kita yang hidup di sektor pariwisata ini saling membutuhkan. Kasus Montong Buwuh, jangan sampai merusak Pariwisata Lombok. Nanti semua akan terhambat," tegas Ketua APDESI NTB.

Sebaliknya, ia mengingatkan masyarakat, khususnya warga dari Desa Meninting dan Desa Rambitan agar tidak cepat terprovokasi isu, baik yang beredar di media sosial (Medsos), maupun dari sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hal ini dimaksud, mencegah kasus di Montong Buwuh semakin melebar dan kembali menimbulkan kerugian bahkan korban jiwa. Begitu juga dengan aparat kepolisian, dalam hal ini Polres Lobar, untuk tetap mensiagakan personelnya dalam rangka mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, lanjut Mastur, APDESI NTB juga mendesak agar Pemkab Lobar dan Loteng untuk segera duduk bersama dan mencari solusi melalui musyawarah mufakat. Ia yakin, dengan azas kekeluargaan, kasus di Montong Buwuh dapat terselesaikan dengan baik.

"Semua bisa terselesaikan dengan baik. Jangan lagi ada pernyataan-pernyataan yang membuat masalah semakin blunder. Soalnya sekarang belum kita ketahui siapa yang salah dan siapa yang benar," tandasnya.(RIN)

0 Komentar

Posting Komentar
DISCLAIMER: POST KOTA NTB menggunakan iklan pihak ketiga ADSTERRA. Kami tidak bisa sepenuhnya mengatur tayangan iklan. Jika muncul tayangan iklan yang dianggap melanggar ketentuan, harap hubungi kami untuk kami tindaklanjuti.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close