Breaking News

Sikapi Kasus di Montong Buwuh, AKAD Lobar minta Semua Pihak Menahan Diri

AKAD Lobar
Foto yang bersumber dari cuplikan video gerombolan warga yang diduga berasal Desa Rambitan dan Ketara, tengah menyerang salah satu kios di Dusun Montong Buwuh, Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Jumat malam.

Lombok Barat (postkotantb.com)-Menyikapi kasus penyerangan dan pengeroyokan yang terjadi Jumat Malam kemarin di Dusun Montong Buwuh, Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) Lobar, Sahril, meminta seluruh pihak untuk menahan diri.

"Kami selaku AKAD Lobar meminta kepada semua pihak untuk menahan diri. Kasus penyerangan dan pengeroyokan di Montong Buwuh, sudah ditangani Polres Lobar. Biarkanlah polisi yang membuktikan siapa salah dan siapa yang benar," imbau Sahril, Sabtu (11/05).

Menurut Ketua AKAD Lobar, kasus penyerangan dan pengeroyokan di Montong Buwuh sifatnya sangat sensitif. Terlebih lagi dengan beredarnya pernyataan Kepala Desa Rambitan di Media massa, serta pesan suara mantan Kepala Desa Ketara, melalui grup WhatsApp.

Ia mengingatkan, pernyataan kedua pihak itu jangan sampai dibuat blunder, lalu merembet ke warga masing-masing desa dan berpotensi memunculkan konflik lanjutan.

"Kita ini belum melihat secara utuh persoalan itu, kalau melihat statemen kepala desa ini awalnya dari persoalan anak muda, sehingga melibatkan penyerangan secara masa. Tapi kemudian yang menjadi korban itu orang tua," ulas pria yang  juga diketahui menjabat sebagai Kepala Desa Jeringo ini.

Sebaliknya, Ketua AKAD Lobar juga mengingatkan para kepala desa untuk tidak cepat terprovokasi dengan berbagai isu yang beredar melalui media sosial.

Ada baiknya setiap informasi yang diperoleh, disaring dan dibuktikan kebenarannya. Hal ini demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan antar kepala desa.

"Seperti informasi yang mengatasnamakan Kapolsek Batulayar, kami sudah menanyakan ke grup tapi belum ada balasan," ketusnya.

Terpisah, Kepala Desa Meninting, Mahnan Harianto, mengaku belum bisa memberikan keterangan secara gamblang terkait kasus penyerangan tersebut.

"Sekarang saya sedang memenuhi panggilan Pemda Lobar dek bersama camat, terkait persoalan penyerangan yang semalam," jawabnya singkat.(RIN)

0 Komentar

Posting Komentar
DISCLAIMER: POST KOTA NTB menggunakan iklan pihak ketiga ADSTERRA. Kami tidak bisa sepenuhnya mengatur tayangan iklan. Jika muncul tayangan iklan yang dianggap melanggar ketentuan, harap hubungi kami untuk kami tindaklanjuti.

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close