Dian Sandi Utama (DSU) Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Foto Istimewa |
Tudingan itu muncul karena Dian Sandi Utama yang akrab disapa DSU mengunggah foto ijazah tersebut di akun X pribadinya, yang kemudian dijadikan bahan penelitian oleh Roy Suryo dan timnya.
Dikatakan DSU, alasan yang dipakai untuk menyerangnya sangat tidak masuk akal. Ia menyoroti klaim bahwa foto yang ia unggah dianggap bermasalah hanya karena posisinya sedikit miring.
“Alasannya karena photo yang saya posting miring. Ya Tuhan, sejak kapan ada UU yang mengatur setiap photo harus tegak lurus?,” ujar DSU saat dikonfirmasi media Korancepat.com Senin (17/11/2025).
Ia bahkan menantang siapa pun yang meragukan keaslian dokumen tersebut.“Penjarakan saya seumur hidup (Kalau foto ijazah yang saya upload tidak benar),” tegasnya.
DSU memastikan dirinya tidak pernah bergeser sedikit pun terkait pendapatnya mengenai keaslian ijazah tersebut.
“Satu juta kali anda tanyakan, satu juta kali saya akan jawab asli,” DSU menuturkan. Bagi DSU, sikapnya tidak akan berubah. Ia siap menanggung risiko apa pun jika pendiriannya dianggap salah.
“Jika soal ijazah ini, sejengkal sekalipun saya tidak bergeser. Itu asli dan saya terima apapun resikonya,” tambahnya.
Tidak hanya membalas tudingan tersebut, DSU juga menyinggung langkah Roy Suryo yang sebelumnya diketahui berada di Australia dengan alasan melakukan penelusuran data.
“Ada yang ke luar negeri katanya mau cari tau tentang ijazah ternyata diam-diam sedang mencari suaka ke Pemerintah Australia,” kata DSU.
DSU mengatakan bahwa upaya itu gagal hingga akhirnya hanya berakhir pada pertemuan-pertemuan tanpa hasil.
“Ditolak, jadilah acara ngumpul-ngumpul,” timpalnya.
Tidak berhenti di situ, ia turut mengungkap adanya pihak akademisi yang diduga ikut membantu perjalanan Roy Suryo ke Australia.
“Salah satu yang membantu permohonannya adalah dosen yang aktif ngajar di Negara tersebut,” terangnya.
Namun, DSU menegaskan bahwa tidak ada bukti kehadiran pihak yang bersangkutan di lembaga mana pun di negara itu saat disebut-sebut melakukan pencarian data.
“Saya bisa buktikan dengan data. Tidak ada satupun pengunjung yang register atas namanya di sana apalagi datang untuk meminta data,” tegasnya.
Secara tegas DSU mengatakan bahwa, Pak Jokowi tidak mempermasalahkan ijazahnya tersebar dan saya sudah meminta maaf namun beliau (Jokowi) mempermasalahkan kenapa ijazah tersebut dianggap palsu, itulah kenapa beliau laporkan pencemaran nama baik
“Saya menjawab ini karena begitu besarnya pemberitaan di media dimana pihak roy cs mengatakan, saya menyebar ijazah yang seolah olah saya edit dan palsukan maka saya jawab kalau ijazah pak jokowi yang saya posting itu palsu saya siap dipenjara seumur hidup” tutup DSU.
Pewarta: Lalu Irsyadi


0 Komentar