Mataram, (postkotantb.com) - Mengamati "lingkar tapah" karya perupa Mi'rajus Subyan, pada lantai ruang pameran, membawa kita pada ilustrasi bentuk kota purba atlantis. Sebuah kota yang diilustrasikan berbentuk lingkaran, dengan kanal-kanal penghubung dimana pusat pemerintahannya berada di tengah. Sementara dibagian atas, taburan benda angkasa mengitari orbit.
Namun demikian, di sisi lain "lingkar tapah" mengingatkan kita akan artefak kuno, jejak peninggalan masa lalu. Budaya dan teknologi yang berkembang pada masa itu. Demikianlah sebuah karya, ia ditangkap bebas oleh penyaksinya. Dan tentu saja, sang perupa menangkap vibrasi rasa mendalam hingga lahir sebuah pesan "lingkar tapah" yang dinyatakannya dengan media tanah dan gerabah.
Pameran Karya Perupa dan Koleksi Taman Budaya Nusa Tenggara Barat yang akan berlangsung hingga 8 Desember ini adalah kronik "Lintasan Sebuah Perjalanan" Terangnya
Kurator Sasih Gunalan dalam narasinya menguraikan "istilah 'kronik' dalam pameran ini dimaksudkan untuk membaca ulang lintasan waktu yang disusun secara berurutan. Ia merupakan rekaman yang tidak hanya memuat fakta, tetapi juga menampung jejak pengalaman, perubahan serta cara sebuah masyarakat memandang dirinya dari masa kemasa. Potongan peristiwa yang saling berkelindan dalam rentang waktu tersebut kemudian 'dibekukan' dalam berbagai wujud karya".
"Melalui pemahaman ini, kita dapat memaknai bahwa setiap karya yang dihadirkan bukan hanya menjadi saksi bisu atas pasang surut dinamika kesenian di NTB, tetapi juga menjadi bukti lintasan estetik para perupa dalam merekam denyut sosial, budaya dan perubahan zaman yang turut membentuk arah perkembangan seni rupa di daerah ini" Imbuhnya pada Rabu (03/12/2025).
Melalui kumpulan fragmen visual, pameran ini ingin memperlihatkan bagimana setiap karya menyimpan cerita, pengalaman, serta ketegangan kreatif yang lahir dari perjumpaan antara tradisi lokal dan tuntutan wacana kontemporer.
Menarik dan penting untuk mengunjungi sekaligus menikmati karya para perupa di galeri Taman Budaya Nusa Tenggara Barat.
Pewarta: Lalu Martadinata.SE


0 Komentar