Mataram, (postkotantb.com) — Manajemen PT Air Minum (PTAM) Giri Menang menggelar pertemuan bersama sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan jurnalis dari berbagai media di Kota Mataram. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pengelola layanan air bersih dengan elemen masyarakat sipil dan pers, guna memperkuat transparansi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun serius tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama PTAM Giri Menang, H. Sudirman, beserta jajaran manajemen. Diskusi mengalir membahas berbagai isu strategis, mulai dari rencana pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), kualitas pelayanan, tantangan distribusi air bersih, hingga kritik terhadap kinerja perusahaan daerah tersebut.

Direktur Utama PTAM Giri Menang, H. Sudirman, menegaskan bahwa forum seperti ini penting untuk menjaga komunikasi yang sehat antara perusahaan daerah dengan masyarakat. Ia menilai keterbukaan informasi dan dialog kritis merupakan bagian dari upaya membangun perusahaan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan.

“Semangat kita sama, yaitu terbuka dan profesional. Kami tidak alergi terhadap kritik. Justru kritik dan saran itu vitamin untuk membangun,” ungkap H.Sudirman dalam sambutannya.

Menurutnya, PTAM Giri Menang sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola kebutuhan dasar masyarakat harus siap diawasi dan dikritisi. Peran LSM dan jurnalis dinilai sangat strategis dalam menyampaikan aspirasi publik sekaligus menjadi penghubung antara perusahaan dan pelanggan.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Karena itu, kami sadar betul bahwa pengelolaannya harus transparan, akuntabel, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah jurnalis dan perwakilan LSM menyampaikan berbagai masukan dan catatan kritis, mulai dari persoalan distribusi air yang belum merata, kualitas air di beberapa wilayah, hingga isu rencana penyesuaian tarif dan pengembangan infrastruktur ke depan.

Menanggapi hal itu H. Sudirman menjelaskan, bahwa PTAM Giri Menang terus berupaya melakukan pembenahan secara bertahap, baik dari sisi teknis, manajemen, maupun pelayanan pelanggan. Ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama terkait keterbatasan cakupan layanan, khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Barat yang saat ini baru mencapai sekitar 48 persen, dibandingkan Kota Mataram yang sudah berada di angka 80 persen.

“Masukan-masukan ini menjadi bahan evaluasi kami. Tidak semua bisa diselesaikan secara instan, tapi kami pastikan ada roadmap dan komitmen perbaikan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan, bahwa ke depan PTAM Giri Menang akan semakin membuka ruang komunikasi publik, termasuk melalui forum-forum diskusi, keterbukaan data, serta peningkatan layanan pengaduan pelanggan. Dengan demikian, setiap persoalan yang muncul dapat direspons secara cepat dan proporsional.

Pertemuan ini pun diapresiasi oleh para peserta. Sejumlah jurnalis dan aktivis LSM menilai langkah PTAM Giri Menang menggelar dialog terbuka merupakan sinyal positif bagi tata kelola BUMD yang lebih modern dan partisipatif. Mereka berharap komitmen keterbukaan ini tidak hanya berhenti pada forum diskusi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan praktik pelayanan sehari-hari.


Di akhir pertemuan, H. Sudirman kembali menegaskan bahwa manajemen PTAM Giri Menang tidak menempatkan media dan LSM sebagai pihak yang berseberangan, melainkan sebagai mitra kritis dalam mendorong perbaikan layanan air bersih bagi masyarakat.

“Kami ingin tumbuh bersama. Kritik itu bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk menguatkan. Selama tujuannya demi pelayanan yang lebih baik, kami siap membuka diri,” pungkasnya.(red)