Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Sumbawa dengan menggelar upacara resmi yang berlangsung khidmat. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang refleksi perjalanan daerah sekaligus penegasan arah pembangunan ke depan.

Upacara dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal beserta jajaran, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H.Mohamad Ansori, pimpinan dan anggota DPR RI serta DPRD Provinsi NTB dan DPRD Kabupaten Sumbawa, unsur Forkopimda, para bupati/wali kota se-NTB, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H.Syarafuddin Jarot, MP menegaskan bahwa usia 67 tahun merupakan fase kematangan Kabupaten Sumbawa yang sarat dengan pelajaran perjuangan, kerja keras, dan kebersamaan masyarakat.
“Enam puluh tujuh tahun bukan usia yang muda. Kabupaten Sumbawa tumbuh bukan hanya oleh kebijakan, tetapi oleh daya tahan masyarakatnya—petani, nelayan, guru, tenaga kesehatan, dan seluruh pelayan publik,” ujar Bupati.

Tahun Konsolidasi dan penentuan arah, Bupati Jarot menyampaikan bahwa sejak dilantik bersama Wakil Bupati pada 20 Februari 2025, tahun pertama pemerintahan Jarot–Ansori difokuskan sebagai masa konsolidasi dan penentuan arah pembangunan. Fondasi tata kelola, penyelarasan birokrasi, serta penyusunan RPJMD 2025–2029 menjadi prioritas utama.


Visi “Terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera” ditegaskan bukan sekadar slogan, melainkan diterjemahkan dalam lima pilar pembangunan yang menyentuh manusia, alam, tata kelola birokrasi dan hukum, produktivitas, serta kemakmuran.

Penguatan SDM dan Ekonomi Kerakyatan dalam satu tahun terakhir, Pemkab Sumbawa mencatat sejumlah capaian strategis, di antaranya kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), percepatan digitalisasi pengawasan, serta pembentukan berbagai satgas tematik.

Di bidang sumber daya manusia, program Makan Bergizi Gratis telah berjalan, Sekolah Rakyat mulai dioperasikan, pembangunan Balai Latihan Kerja diperkuat bekerja sama dengan PT AMNT, serta pemberian beasiswa kedokteran dan farmasi bagi putra-putri terbaik Sumbawa.
Sementara di sektor ekonomi, pembangunan berbasis desa terus diperkuat melalui Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan. Dari target 165 koperasi, sebanyak 42 koperasi telah beroperasi dan 123 lokasi lahan telah disiapkan.


Pengembangan ekonomi pesisir juga menjadi perhatian melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih di Pulau Bungin dan Labuhan Sangoro, serta pengembangan ekonomi biru di kawasan Samota yang diusulkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Hilirisasi, Infrastruktur, dan Ketahanan Nasional, Pemerintah daerah juga mendorong hilirisasi sektor unggulan, seperti udang, garam, dan industri unggas terintegrasi dengan dukungan investasi mencapai Rp1,37 triliun. Kabupaten Sumbawa bahkan ditetapkan sebagai salah satu titik strategis pengembangan unggas terintegrasi nasional.

Di bidang infrastruktur, indeks jalan mantap meningkat, serta dimulainya pembangunan ruas jalan Batudulang–Tepal melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD), menjadikan Sumbawa satu-satunya kabupaten di NTB yang memperoleh alokasi tersebut.

Selain itu, Sumbawa turut mengambil peran strategis dalam ketahanan nasional melalui pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, pengusulan Batalyon Marinir, serta penyediaan lahan untuk Universitas Pertahanan.
Pembangunan Berkelanjutan dan Nilai Spiritual


Bupati Jarot juga menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan melalui Program Sumbawa Hijau Lestari, pembentukan Satgas Perlindungan Hutan, gerakan 1 ASN 1 Pohon dan 1 Siswa 1 Pohon, serta insentif bagi petani yang melakukan penghijauan di lahan miring.

Di bidang keagamaan dan sosial, Pemkab Sumbawa menggalakkan gerakan shalat subuh berjamaah, sedekah, dan zakat profesi. Prestasi keagamaan juga meningkat, ditandai dengan keberhasilan menjadi tuan rumah STQH Provinsi NTB dan naiknya peringkat Kabupaten Sumbawa.


Komitmen Kebersamaan
menutup sambutannya Bupati Jarot menegaskan, bahwa pembangunan Sumbawa tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Enam puluh tujuh tahun Kabupaten Sumbawa mengajarkan kita bahwa daerah ini dibangun oleh kebersamaan dan komitmen menjaga amanah. Mari kita rawat Sumbawa dengan kerja yang jujur dan hati yang berpihak kepada rakyat,” pungkasnya. (Jhey)

Dirgahayu Kabupaten Sumbawa ke-67.
Samawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.