Lombok Utara, (postkotantb.com) - Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kabupaten Lombok Utara menerima kunjungan silaturahmi spesial dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNTI di Sekretariat DPD KNTI Lombok Utara, Beraringan, pada Jumat (16/01/2026).
Pertemuan yang bertepatan dengan momentum 27 Rajab 1447 H ini menjadi ajang konsolidasi penting bagi organisasi nelayan di tingkat daerah dan pusat.
Ketua DPD KNTI Kabupaten Lombok Utara, Fendi, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran pimpinan tertinggi organisasi tersebut. "Kami menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan Ketua Umum ke Sekretariat kami. Kehadiran ini merupakan energi besar bagi kami pengurus di daerah," ujar Fendi.
Kunjungan ini tidak sekadar silaturahmi biasa, melainkan agenda strategis untuk menyerap informasi langsung terkait berbagai persoalan yang dihadapi oleh nelayan tradisional di Lombok Utara. Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan rencana strategis mengenai program Tenurial Nelayan Kecil dan Tradisional. Program ini dirancang untuk memperkuat hak-hak nelayan terhadap wilayah pesisir dan laut sebagai ruang kelola mereka.
Najamudin, S.Pd., selaku penanggung jawab program, turut angkat bicara dalam pertemuan tersebut. Ia menekankan pentingnya Pemetaan Partisipatif sebagai instrumen perjuangan nelayan.
"Pemetaan partisipatif ini bukan sekadar menggambar peta, melainkan alat bukti kedaulatan nelayan atas wilayah pesisirnya. Data yang kita kumpulkan secara partisipatif ini akan menjadi bahan kuat untuk didorong ke pemerintah pusat sebagai landasan pengambilan kebijakan yang berpihak pada nelayan kecil," tegas Najamudin.
Melalui program ini, KNTI berkomitmen memastikan wilayah laut dan pesisir Lombok Utara terlindungi secara hukum, sehingga hak-hak nelayan tradisional tidak tergerus oleh kepentingan lain. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal terciptanya kebijakan kelautan yang lebih inklusif dan adil bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Lombok Utara.
Sementara itu, Ketua Umum DPP KNTI, Dani Setiawan, dalam sambutannya menekankan bahwa kehadiran beliau di Lombok Utara adalah untuk mendengarkan langsung jeritan dan persoalan yang dihadapi para nelayan di akar rumput.
Dalam forum tersebut, Dani Setiawan memaparkan rencana program kegiatan Tenurial Nelayan Kecil dan Tradisional. Program ini merupakan langkah besar KNTI untuk memastikan hak-hak nelayan atas wilayah pesisir dan laut terlindungi secara hukum dan tidak terpinggirkan oleh kepentingan industri atau pembangunan lainnya.
Usai sambutan dari Dani Setiawan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi lepas. Suasana formal berubah menjadi lebih hangat dan akrab saat para pengurus daerah dan perwakilan nelayan mulai menyampaikan berbagai realita di lapangan.
Dalam diskusi santai tersebut, Dani Setiawan secara aktif menyerap informasi terkait konflik wilayah tangkap, sulitnya akses sarana prasarana, hingga tantangan ekonomi yang dihadapi nelayan tradisional Lombok Utara. Diskusi ini memberikan gambaran nyata bagi DPP KNTI untuk menyusun strategi advokasi yang lebih tepat sasaran di tingkat pusat.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga kedaulatan laut dan memastikan suara nelayan kecil tetap terdengar dalam setiap kebijakan nasional. (@ng)


0 Komentar