Laporan Syaiful Marjan wartawan postkotantb.com Biro Sumbawa
Kepala Sekolah SMPN 3 Sumbawa Besar Andriana, S.Pd., M.Pd. Foto Istimewa
Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Kepala Sekolah SMPN 3 Sumbawa Besar, Andriana, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, sejumlah program prioritas sekolah tahun 2026 kepada awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (29/01/2026).
Program-program tersebut disusun sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, prestasi peserta didik, serta penguatan karakter dan kepedulian lingkungan sekolah.
Program pertama adalah menyukseskan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan pada April 2026.
Persiapan dilakukan melalui pelaksanaan kelas tambahan setiap hari Rabu dan Kamis, dengan fokus pada pengenalan bentuk soal dan latihan melalui link resmi Pusmendik. Selain itu, pihak sekolah juga melengkapi materi pembelajaran kelas VII dan VIII yang belum sempat tersampaikan pada periode sebelumnya.
Di bidang nonakademik, SMPN 3
Sumbawa Besar menargetkan prestasi pada kegiatan ekstrakurikuler LKBB tingkat Provinsi NTB yang akan digelar di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada Mei 2026. Target yang ditetapkan adalah juara pertama, atau minimal mampu mempertahankan prestasi juara sebagaimana yang diraih pada tahun sebelumnya.
Pada sektor lingkungan hidup, sekolah tengah mempersiapkan diri menuju Adiwiyata Mandiri tahun 2026, setelah sebelumnya berhasil meraih Juara Adiwiyata Nasional tahun 2025. Persiapan dilakukan melalui penguatan proyek kokurikuler bertema “Sekolahku Asri” serta pembiasaan budaya peduli lingkungan melalui program Lisa Pupita.
Sementara itu, pada bidang kesehatan sekolah, SMPN 3 Sumbawa Besar juga mengikuti Lomba PJAS Aman yang akan dilaksanakan pada Februari 2026. Sekolah menargetkan Juara Sekolah Sehat tingkat Provinsi serta mampu menembus 10 besar nasional, mengingat pada tahun 2023 sekolah telah berhasil berada di peringkat ke-11 tingkat nasional.
Selain itu, sekolah juga terus melakukan pembinaan dan persiapan peserta didik untuk mengikuti berbagai kompetisi perorangan, seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Namun demikian, Kepala SMPN 3 Sumbawa Besar juga mengungkapkan adanya tantangan dari luar lingkungan sekolah yang cukup mengganggu proses belajar mengajar, yakni bau tidak sedap dari lumpur penampungan sampah yang berada tepat di tembok sekolah. Kondisi tersebut menyebabkan dua hingga tiga kelas harus dipindahkan ke ruang alternatif seperti laboratorium, perpustakaan, maupun aula.
Melalui kesempatan tersebut, pihak sekolah berharap adanya perhatian dan tindak lanjut dari Pemerintah Daerah melalui OPD terkait, agar bak penampungan sampah dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih jauh dari area sekolah, sehingga tidak lagi mengganggu kenyamanan, kesehatan, dan konsentrasi belajar peserta didik.
Pewarta: Syaiful Marjan (Bang Jhey)

0 Komentar