Sumbawa Barat, (postkotantb.com) -
Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan fondasi masa depan daerah. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi fase krusial yang sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Apabila pada periode ini terjadi kekurangan gizi, dampaknya dapat bersifat permanen—mulai dari gangguan pertumbuhan, menurunnya daya tahan tubuh, hingga meningkatnya risiko stunting.
Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam memperkuat intervensi gizi spesifik, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diintegrasikan dengan program New Posyandu melalui kegiatan “Makan Bareng di Posyandu”. Integrasi ini tidak hanya memberikan makanan bergizi kepada sasaran, tetapi juga memastikan adanya pemantauan kesehatan serta edukasi yang berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan bersamaan dengan agenda rutin Posyandu. Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita terlebih dahulu menjalani penimbangan dan pemeriksaan dasar oleh kader serta tenaga kesehatan. Data hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar dalam mengevaluasi status gizi serta menentukan tindak lanjut intervensi yang diperlukan.
Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi singkat yang mencakup pentingnya gizi seimbang, pencegahan anemia pada ibu hamil, pentingnya ASI eksklusif dan praktik MP-ASI yang tepat, serta pemanfaatan bahan pangan lokal yang bergizi. Edukasi ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku yang berkelanjutan di tingkat keluarga.
Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama menggunakan menu yang telah disusun sesuai standar kebutuhan gizi masing-masing kelompok sasaran. Menu tersebut mengandung unsur karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, buah, serta zat gizi penting seperti zat besi dan kalsium. Melalui pendekatan ini, intervensi tidak hanya bersifat konsumtif sesaat, tetapi diarahkan pada pembentukan kebiasaan makan sehat yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr.Carlof, M.MRS., MQM., menyampaikan "Melalui integrasi program ini diharapkan terjadi peningkatan status gizi ibu hamil dan balita, penurunan prevalensi stunting, penurunan angka anemia pada ibu hamil, serta penguatan peran Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat".papar Carlof
Keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi seluruh pihak—pemerintah daerah, Puskesmas, kader Posyandu, PKK, tokoh masyarakat, serta dukungan lintas sektor. Kepala Dinas menegaskan bahwa investasi terbaik suatu daerah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi pembangunan sumber daya manusia sejak dini.
Di Kabupaten Sumbawa Barat, pelaksanaan MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita melalui kegiatan “Makan Bareng di Posyandu” telah dilaksanakan di dua lokasi. Kegiatan pertama dilaksanakan di Posyandu Batu Bulan 3, Desa Air Suning, Kecamatan Seteluk pada Kamis, 13 Februari 2026. Kegiatan kedua dilaksanakan di Posyandu Jasmine, Desa Dasan Anyar, Kecamatan Jereweh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Karena pelaksanaan kedua bertepatan dengan hari pertama ibadah puasa, kegiatan dilakukan dalam bentuk pembagian MBG berupa bahan makanan kering yang disertai edukasi oleh tim gizi Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Jereweh.
"Ke depan, diharapkan seluruh Posyandu di Kabupaten Sumbawa Barat dapat melaksanakan kegiatan makan bersama sebagai implementasi integrasi Program MBG dengan Posyandu, sehingga Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan rutin, tetapi juga pusat gerakan bersama dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing"tutup Carlof.(Amry)


0Komentar