Sumbawa Barat, (postkotantb.com) -
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTB menggelar Rapat Koordinasi dan Advokasi Pelayanan Kesehatan Usia Produktif dalam rangka penguatan tatalaksana program Penyakit Tidak Menular (PTM) serta optimalisasi input data pada Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), bertempat di Aula Kedai Sawah, Kompleks KTC Taliwang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, M.MRS., MQM., bersama jajaran, Tim Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Penanggung Jawab Klaster 3, pengelola program PTM, serta user pengelola Aplikasi ASIK Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa Barat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan menegaskan "Pelayanan kesehatan usia produktif harus diperkuat melalui integrasi skrining PTM dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sehingga mampu menjawab tantangan dan permasalahan kesehatan utama di Kabupaten Sumbawa Barat dengan strategi yang terukur dan berbasis data." terangnya pada Jumat, (27/02/2026).

Berdasarkan laporan capaian Skrining PTM dan CKG, pencatatan manual di tingkat Puskesmas telah berjalan dengan baik. Namun demikian, capaian input pada Aplikasi ASIK masih berada di bawah target nasional. Kondisi ini menjadi perhatian bersama, mengingat optimalisasi input ASIK sangat penting sebagai instrumen pemantauan indikator, pengendalian capaian, serta dasar pengambilan kebijakan yang akurat dan tepat sasaran.

Melalui rakor ini, seluruh peserta didorong untuk memperkuat deteksi dini faktor risiko PTM, meningkatkan kualitas tatalaksana kasus di tingkat Puskesmas, serta memastikan setiap layanan yang diberikan terdokumentasi dan terinput secara optimal dalam sistem ASIK.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Tim Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan pengelola program PTM Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, kemudian sesi diskusi interaktif guna menyamakan persepsi, strategi operasional, serta solusi atas kendala yang dihadapi di lapangan.

Menutup kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat mengajak seluruh Puskesmas untuk membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas tatalaksana PTM dan konsistensi pelaporan melalui ASIK. 

Ia menegaskan, bahwa "Keberhasilan pelayanan kesehatan usia produktif tidak hanya diukur dari jumlah skrining yang dilakukan, tetapi juga dari ketepatan pencatatan, kecepatan pelaporan, serta tindak lanjut kasus secara komprehensif".tutup Carlof.(Amry)