Harmoni di Jalan Sadari: KOTA ASRI Gelar Halal Bihalal di Kampung Moderasi Beragama
Kepala Lingkungan Taman Kapitan Yusranullah (kacamata). Foto Istimewa


Mataram, (postkotantb.com) - Jalan Sadari di Lingkungan Taman Kapitan Ampenan Kota Mataram, kembali membuktikan komitmennya sebagai contoh nyata keberhasilan moderasi beragama di tingkat akar rumput. Di tengah suasana hangat perayaan Idulfitri dan Nyepi, warga yang tergabung dalam Komunitas Tanaman Hias Sadari (KOTA ASRI) menggelar acara Halal Bihalal pada Kamis (26/03/2026). 


Halal Bihalal ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, sekaligus membuktikan bahwa perbedaan suku dan keyakinan tidak menghalangi kekompakan mereka dalam merayakan hari besar agama yang dibalut dengan silaturrahmi tanpa batas dan sekat.

Tradisi Merawat Kedamaian
Kepala Lingkungan Taman Kapitan, Yusranullah menyampaikan rasa bangganya terhadap konsistensi warga dalam menjaga kerukunan. Menurutnya, suasana kondusif yang tercipta di Jalan Sadari adalah buah dari kesadaran kolektif untuk saling menghargai di tengah keberagaman, selaras dengan predikat "Kampung Moderasi Beragama" yang disandang wilayah ini dari Kementerian Agama.


Acara Halal Bihalal ini bertempat di kediaman Rizaluddin Akbar, yang juga merupakan Ketua Kelompok Tani Bonsai "The Max 30 cm" Cabang Mataram. Hal ini menegaskan keunikan keharmonisan warga di Jalan Sadari, yang tidak hanya terjaga melalui komunikasi formal, tetapi juga melalui hobi bersama dalam merawat tanaman hias, khususnya bonsai.

Deretan bonsai yang tertata rapi di sepanjang jalan tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi simbol dedikasi dan kesabaran warga dalam merawat hubungan bertetangga. 


"Semoga semangat moderasi dan tradisi mencintai lingkungan ini terus bertumbuh kuat, selaras dengan keindahan bonsai-bonsai yang mereka rawat dengan penuh dedikasi," ujar Yusranullah.

Momen Halal Bihalal ini menjadi puncak perayaan kebersamaan warga di tengah perayaan hari besar keagamaan, seperti Idulfitri dan Nyepi. Warga dari berbagai latar belakang tampak saling berkunjung dan memberikan ucapan selamat, mempertegas identitas Jalan Sadari sebagai beranda toleransi di Kota Mataram.


Melalui perpaduan antara nilai spiritual moderasi dan kecintaan terhadap alam, Jalan Sadari diharapkan terus menginspirasi wilayah lain di Nusa Tenggara Barat dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan asri tanpa memandang latar belakang suku dan ras tertentu. (Babe)