Sumbawa Barat, (postkotantb.com) - Di balik selembar kartu yang kini mulai tersimpan rapi di tangan masyarakat, ada cerita panjang tentang kerja keras, ketekunan, dan pengabdian yang tidak selalu terlihat. Hingga hari ini sebanyak 90,07 persen masyarakat Sumbawa Barat tercatat telah menerima Kartu Sumbawa Barat Maju. Sebuah capaian besar yang menjadi penanda bahwa program ini benar-benar bergerak dan dirasakan.

Perjalanan distribusi dari sekolah-sekolah, desa, hingga kelurahan, satu per satu kartu diserahkan, menyapa langsung masyarakat. Namun, dalam praktiknya, tidak semua berjalan mulus. Ada keluarga yang belum menerima kartu, bukan karena diabaikan, tetapi karena keadaan. 


Ada kepala keluarga yang sedang bekerja di luar kota, ada yang berhalangan hadir saat pembagian berlangsung, hingga persoalan administrasi kependudukan dan kendala teknis lainnya yang membuat distribusi tahap awal belum sepenuhnya menjangkau semua.
Di sinilah kerja keras itu benar-benar diuji. 

Tim turun lapangan, mendatangi desa – desa dari dalam kota Taliwang hingga Rarak Ronges, dari Kecamatan Sekongkang hingga Poto tano. Per tanggal 15 April 2026, tercatat sebanyak 51.018 kartu telah dicetak, dan 45.950 kartu telah terdistribusi, atau setara dengan 90,07 persen realisasi distribusi. 

Angka ini adalah jejak dari ribuan langkah yang telah ditempuh. Pembagian Kartu Sumbawa Barat Maju pun terus dipacu. Dalam satu bulan berjalan, tim turun langsung ke desa-desa, menyusuri wilayah, memastikan bahwa tidak ada satu pun kepala keluarga yang terlewat.

Di balik capaian ini, ada sebuah tim yang bekerja tanpa banyak sorotan. Tim Sekretariat Kartu Sumbawa Barat Maju yang bermarkas di Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat. Mereka bukan hanya mengatur data dan administrasi, tetapi juga menjadi ujung tombak di lapangan.

Ada cerita di balik angka-angka tersebut. Ada pagi yang dimulai lebih awal dari biasanya, ketika tim harus berangkat menuju pelosok. Ada perjalanan panjang yang ditempuh dengan medan yang tidak selalu mudah. Dan ada malam-malam yang harus dilalui hingga larut, demi memastikan satu kartu sampai ke tangan yang tepat.


Semua itu dilakukan bukan sekadar untuk memenuhi target, tetapi sebagai bentuk pengabdian. Agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dalam setiap persoalan mereka, tidak hanya dalam kebijakan, tetapi juga dalam tindakan nyata.

Langkah konkret terus dilakukan—mulai dari penelusuran data warga yang belum menerima kartu, penjadwalan ulang distribusi bagi yang berhalangan, hingga penyelesaian persoalan administrasi kependudukan secara langsung di lapangan. Tidak ada ruang untuk membiarkan satu pun warga tertinggal.


Komitmen ini sejalan dengan harapan besar Bupati Sumbawa Barat, bahwa di awal tahun 2026, tidak ada lagi masyarakat yang belum memegang Kartu Sumbawa Barat Maju, sebagai wujud nyata kehadiran, kepedulian, dan kerja nyata pemerintah untuk masyarakatnya. Dan di balik setiap kartu yang diterima, selalu ada cerita tentang mereka yang bekerja tanpa lelah—agar pelayanan benar-benar sampai, dan kepercayaan masyarakat terus tumbuh. (Amry)