H.Mohammad Adnan,S.Sos Kepala Dinas Perdagangan Lombok Barat.Foto Istimewa


 Lombok Barat, (postkotantb.com) - Jelang  hari raya Iduladha 1447 hijriah tahun 2027, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Lombok Barat lakukan sidak ke sejumlah pasar untuk mensurvei dan lakukan pemantauan harga komoditi sembako sejak pekan ini hingga mendekati hari H-Lebaran.

Objek sidak memantau pasar-pasar besar sebagai sampel seperti pasar kediri,gerung,gunung sari,narmada.Selain pasar sasaran juga kunjungi distributor-distributor.

Hasilnya,mayoritas harga komoditi masih stabil kecuali minyak goreng cukup melonjak tinggi signifikan berkisar Rp.23.000 per kilogram,menyusul harga ayam Rp.30.000-45.000 per kilogram.

Demikian dikatakan H.Mohammad Adnan,S.Sos selaku Kepala Dinas Perdagangan Lombok Barat pada media ini,selasa (12/05/2026).

"Dipasar kediri yang masih cukup tinggi signifikan minyak goreng menyusul ayam diposisi kedua,"bukanya.

Sementara deretan komoditi lainnya masih terbilang normal.Seperti daging sapi kualitas nomor 1 seharga Rp.140.000.Gula masih terkontrol diharga Rp.18.500.

Disisi lain,soal isu kelangkaan dan kenaikan harga gas elpiji,Dinas perdagangan menanggapi menurut hasil survei umumnya terjadi ditingkat pengecer.Hal itu disebabkan oleh bertambahnya biaya pengantaran dari pangkalan dampak kenaikan BBM.Sehingga pengecer memberi upah lebih ke pangkalan, akibatnya harga jual ke masyarakat juga bertambah sampai menyentuh harga Rp.23.000 per tabung.

Tapi terlepas dari data dan fakta diatas,pihaknya meyakini tidak akan terjadi lonjakan drastis mendekati lebaran.

Sebagai hal antisipatif dan pencegahan terhadap kenaikan harga, Dinas perdagangan menekankan pentingnya para pedagang miliki Nomor Induk Berusaha (Nomor Induk Berusaha).Agar bisa masuk ke Bulog untuk mengakses beras,minyak dan lainnya agar peroleh harga modal.Karena kalau tidak begitu,pengecer hanya dapat barang dari pengepul yang tentunya jadi pemicu kenaikan harga.

Dari itu pihak Disperindag siap akan bantu fasilitasi para pedagang buat NIB bekerjasama dengan Dinas Perizinan.Nantinya, NIB bisa diterbitkan secara cepat setelah syarat2 terpenuhi.

"Kita sudah koordinasi dengan Perizinan untuk bantu pedagang buat NIB langsung di pasar,kita yang jemput bola,sekali eksekusi jumlah penerima manfaat ditargetkan 20-25 pedagang,"jelasnya.

Demi menjaga dan mengawal stabilitas harga pasaran, tim Disdag pastinya sudah siap berperan aktif jalani tugas di lapangan sampai lebaran iduladha tiba. Tandasnya.

Pewarta: Lalu Irsyadi