Lombok Utara, (postkotantb.com) – Potensi retribusi parkir di pusat Kota Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), dinilai belum tergarap maksimal. Dinas Perhubungan (Dishub) KLU mencatat realisasi setoran dari 28 titik parkir resmi di wilayah perkotaan hanya menyentuh angka Rp 13 juta per bulan.
Sekretaris Dinas Perhubungan KLU, Ali Imron, ST, mengungkapkan bahwa angka tersebut jauh dari potensi riil di lapangan. Jika dikalkulasi, rata-rata setiap titik parkir hanya menyumbang sekitar Rp 464 ribu per bulan, atau hanya Rp 15 ribu per hari. Angka ini dianggap tidak wajar untuk kawasan pusat pemerintahan dan perdagangan yang selalu ramai kendaraan.
“Rendahnya realisasi ini tidak lepas dari lemahnya pengawasan terhadap jukir (juru parkir) di lapangan. Jukir ini harus didatangi setiap hari agar mereka merasa diawasi dan sadar akan kewajibannya menyetor ke kas daerah,” tegas Ali Imron saat dikonfirmasi, Selasa (12/05/2026).
Dugaan Kebocoran PAD
Dishub KLU menduga tanpa adanya pengawasan rutin, sebagian oknum jukir tidak menyetorkan hasil pungutan secara penuh sesuai ketentuan. Hal ini menyebabkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang seharusnya menjadi penopang pembangunan justru "bocor" di tengah jalan.
Masalah utama, menurut Ali, bukan terletak pada jumlah kendaraan yang parkir, melainkan pada sistem pengelolaan dan kedisiplinan jukir.
Langkah Strategis Dishub
Untuk menutup celah kebocoran tersebut, Dishub KLU berencana memberlakukan pola pengawasan harian di seluruh titik parkir. Petugas akan diterjunkan langsung untuk mengecek aktivitas pungutan guna memastikan setoran yang masuk ke kas daerah sesuai dengan realisasi di lapangan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengejar target PAD sektor parkir tahun 2026 sebesar Rp 750 juta. Selain itu, penataan ini diharapkan menjadi percontohan sebelum menyasar empat kecamatan lainnya, yakni Pamenang, Gangga, Kayangan, dan Bayan.
“Kalau pengawasan berjalan konsisten, saya yakin angka 13 juta di Kecamatan Tanjung saja bisa naik berkali lipat,” pungkasnya. (@ng)
Pewarta: Jaharuddin.S.Sos


0Komentar