Lombok Utara, (postkotantb.com) – Setelah penantian panjang antara 13 hingga 14 tahun, 154 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Lombok Utara akhirnya mendapat panggilan ke tanah Suci tahun 2026. Rombongan dilepas Bupati Dr. H. Najmul Akhyar pada Kamis (07/05/2026) dari Islamic Centre Tanjung sekitar Pukul 7.30 Wita dengan menumpangi empat Bus yang disediakan oleh pemda kabupaten Lombok Utara.
Masa tunggu haji reguler NTB memang menyentuh 14 tahun karena tingginya animo masyarakat dan kuota terbatas. Bagi sebagian jamaah, ini jadi momen sekali seumur hidup.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Lombok Utara, H H. Suparlan,M.Si, berpesan agar seluruh jamaah menjaga kesehatan, kekompakan, dan fokus ibadah. “Kami berharap Bapak Ibu pulang membawa oleh-oleh terbaik, yaitu haji yang mabrur. Jadi teladan di keluarga dan masyarakat,” pesannya saat pelepasan 154 CJH
Predikat haji mabrur tidak hanya soal selesai ritual, tapi juga perubahan, ucap, Suparlan. Lebih sabar, jujur, peduli, dan aktif di sosial keagamaan, harapnya. Pesan pesan penting yang di sampaikan H Suparlan ketika para CJH tiba di tanah suci, agar mempersiapkan fisik dan tanda pengenal juga jangan sampai di lepas saat menjalankan rangkaian pelaksanaan Ibadah Haji nanti.
Yang tak kalah pentingnya lagi yaitu, "Jangan sekali kali berfoto di depan Masjidil Haram, karena dilarang keras oleh petugas setempat".
Sekali lagi saya ingatkan bahwa Haji Mabrur=haji yang diterima Allah dan ngebekas jadi perubahan perilaku setelah pulang.
Dalilnya: Rasulullah bilang “Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga” HR. Bukhari Muslim. Nah, selesai wukuf-arafah-lempar jumrah = lulus haji.
Pulang jadi lebih sabar, nggak gampang marah, rajin sedekah = itu baru “mabrur”, tambah H Suparlan.
Kenapa disebut “oleh-oleh”?
Karena haji itu mahal & nunggunya 14 tahun. Sayang kalau pulang cuma bawa kurma & air zamzam, tapi sifat nggak berubah. “Oleh-oleh” terbaik ya versi diri yang lebih baik.
Pewarta: Jaharuddin, S.Sos




0Komentar