Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menegaskan Kajian Risiko Bencana (KRB) harus jadi kompas utama pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman bencana. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi dan Diskusi Penyusunan KRB Kabupaten/Kota se-NTB di Graha Praja, Kamis (18/06/2026).


Acara ini menghadirkan BNPB dan para Kalak BPBD se-NTB. Bupati Amar menyebut pertemuan ini strategis dan harus diseriusi agar seluruh kabupaten/kota punya arah jelas untuk mitigasi dan penanganan bencana.

Kalaksa BPBD NTB Sadimin menambahkan, semua daerah di NTB sudah punya KRB tapi masih butuh pembaruan dan belum semua disetujui BNPB. Karena itu asistensi 18-19 Juni 2026 dinilai penting biar penyusunannya efektif sesuai kebutuhan daerah.


Perwakilan BNPB Dyah Rusmiasih menekankan KRB jangan berhenti jadi dokumen. Harus diimplementasikan ke RPJMD dan Rencana Penanggulangan Bencana. Mengingat 13 jenis bencana ada di NTB, KRB penting untuk menekan korban jiwa dan kerusakan.

Bupati Amar menargetkan dengan pendampingan BNPB, seluruh kabupaten/kota di NTB bisa menuntaskan KRB dalam 3 bulan ke depan. (Amry)