Sumbawa Besar, (postkotantb.com) – Lembaga Swadaya Masyarakat SUMEA mendesak PT Intam, perusahaan tambang emas yang beroperasi di Sepukur, Kecamatan Lantung, Sumbawa, untuk lebih terbuka dan melibatkan pengusaha serta tenaga kerja lokal dalam aktivitas operasionalnya.
Ketua LSM SUMEA, Yosi Larian,S.Sos, bersama masyarakat Sepukur menyampaikan kekecewaan karena berbagai upaya mediasi yang dilakukan selama ini tidak mendapat respons dari pihak perusahaan.
“Kami sudah melakukan hearing dengan pihak perusahaan, bahkan aksi unjuk rasa, tapi tetap tidak ditanggapi. Sampai akhirnya kami lakukan sweeping untuk minta kejelasan,” ujar Yosi pada Sabtu (27/06/2026).
“Jangan Jadikan Kami Penonton di Tanah Sendiri”
Yosi menegaskan, tuntutan masyarakat sangat sederhana: dilibatkan dalam kegiatan perusahaan.
“Kami sebagai masyarakat lokal hanya ingin dilibatkan dalam kegiatan perusahaan. Jangan jadikan kami sebagai penonton di daerah kami sendiri. Kalian keruk isi bumi kami, kemudian pergi meninggalkan dampak lingkungan yang cukup berat bagi kami,” tegasnya.
Ia juga menyoroti persoalan kompensasi penggunaan jalan akses pribadi yang dibangun warga sejak 2017. Saat ini PT Intam disebut telah membuat akses baru melalui Desa Padesa, Kecamatan Lantung, sehingga jalan warga sudah tidak lagi digunakan.
Siap Dukung Investasi, Dengan Syarat
Meski menyuarakan kekecewaan, LSM SUMEA menyatakan sikap terbuka terhadap investasi.
“Masyarakat Sepukur Lantung siap mendukung Pemerintah mendorong perusahaan-perusahaan untuk investasi di wilayahnya. Tapi dalam operasionalnya jangan lupa libatkan masyarakat lokal. Baik sebagai tenaga kerja di dalam perusahaan, maupun sebagai penyuplai barang-barang yang dibutuhkan perusahaan. Itu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Sepukur,” jelas Yosi.
LSM SUMEA berharap ke depan terjalin sinergi yang kuat antara Pemerintah, Perusahaan, dan Masyarakat. Menurut Yosi, komunikasi tiga pihak itu penting agar setiap persoalan bisa ditangani secara komprehensif dan tidak memicu dampak sosial yang lebih luas. (Red)


0Komentar