Lombok Utara, (postkotantb.com) — Tim Evaluasi Tingkat Kecamatan Gangga turun langsung ke Desa Bentek, Jumat (26/6/2026). Tujuannya satu: mengoptimalkan kinerja BUMDes Polah Palih Polos agar bisa jadi penyumbang Pendapatan Asli Desa atau PAD yang signifikan.

Rombongan yang dipimpin Kasi PMD Kecamatan Gangga, Rahadianto, disambut Kepala Desa Bentek Warna Wijaya, http://S.AP., bersama Sekdes Anto di Kantor Desa Bentek pukul 09.15 WITA.

Tata Kelola Jadi Sorotan Utama



Rahadianto menegaskan evaluasi ini untuk memetakan potensi dan kendala BUMDes. 
"Kami ingin memastikan BUMDes benar-benar sehat secara manajemen dan inovatif, sehingga mampu menyokong Pemdes menghasilkan PAD yang membanggakan," ujarnya.

Senada, Kades Warna Wijaya mengakui kontribusi dividen BUMDes ke desa masih jauh dari harapan. Dalam setahun terakhir, seluruh unit usaha BUMDes hanya menyetor sekitar Rp5 juta ke kas desa.

"SDM pengurus sebenarnya mampu. Masalahnya di tata kelola yang belum maksimal, ditambah pengurus banyak yang punya kerja sampingan sehingga tidak fokus," ungkap Warna.

Beberapa unit usaha yang jadi PR besar yakni penggemukan sapi dan budidaya ikan. Keduanya belum mencapai target karena terkendala alam dan air. Saat ini, sebagian usaha masih dikelola langsung Pemdes agar lebih terkontrol.

Strategi Baru Direktur Baru BUMDes

Direktur BUMDes Polah Palih Polos yang baru menjabat, Dedi Iskandar Putra, S.Pd., langsung tancap gas. Belum genap sebulan menjabat, ia sudah melakukan inventarisasi aset dan menata kelembagaan.


Ke depan, BUMDes akan fokus pada 3 pilar utama: 
1.  Waserda atau Warung Serba Ada
2.  Pamdes atau Pengelolaan Air Minum Desa 
3.  LKM atau Lembaga Keuangan Mikro

Untuk ketahanan pangan, program penggemukan sapi dan kolam ikan tetap dikawal. Termasuk rencana mengambil alih pengelolaan wisata dari Pokdarwis, lengkap dengan penataan lapak UMKM di sekitarnya.

Modal Desa Moderat dan Wisata Tersembunyi

Desa Bentek punya modal kuat di luar ekonomi. Desa ini menyandang status "Desa Moderat" dan "Kampung Redam" dari Kemenkumham RI karena tingginya toleransi antarumat beragama.

Potensi wisata juga besar. Ada rencana pengembangan Tiu Demper dan Hipertubing, ditambah Hutan Adat Buani serta beberapa air terjun yang belum terekspos.

Catatan Evaluasi: Pembagian Laba



Tim evaluasi yang diwakili Nur'aeni Busrah, MM., mengapresiasi laporan keuangan BUMDes per 31 Desember 2025 yang sudah tersusun rapi. Namun tim memberi catatan soal alokasi pembagian laba bersih: 10% untuk juru pungut, 25% ke desa, dan 20% ke BUMDes. Tim meminta kejelasan agar sesuai aturan perundang-undangan.

Evaluasi ditutup dengan peninjauan lapangan ke kolam ikan di Dusun Lowang Sawak. Tim melihat langsung kendala pasokan air dan sedimentasi. Tim merekomendasikan peralihan ke budidaya ikan lele yang dinilai lebih adaptif.

Pewarta: @ng Jaharuddin 
Editor.    : Jaharuddin