Lombok Utara, (postkotantb.com) — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Lombok Utara (KLU) tahun 2026 diwarnai kegiatan yang memadukan budaya dan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menggelar penampilan tradisi dulang bersama isinya, dilanjutkan aksi penanaman pohon pelindung di sejumlah titik strategis.
Kegiatan ini menjadi penanda komitmen daerah untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Tradisi dulang yang ditampilkan tidak hanya menampilkan kekayaan kuliner khas masyarakat Sasak. Lebih dari itu, dulang menjadi cerminan nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan.
Usai prosesi budaya, jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat langsung turun menanam pohon pelindung. Aksi ini ditargetkan memberi dampak jangka panjang bagi kelestarian lingkungan, sekaligus menjadi warisan hijau untuk generasi mendatang.
Bupati Lombok Utara dalam sambutannya menegaskan, HUT ke-18 KLU bukan hanya seremoni tahunan.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa budaya dan alam adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Tradisi dulang mengajarkan kita tentang kebersamaan dan rasa syukur, sementara penanaman pohon adalah bentuk tanggung jawab kita menjaga bumi Lombok Utara agar tetap lestari,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara budaya dan gerakan lingkungan harus terus dikuatkan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di KLU.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Selain menikmati sajian dulang, warga juga ikut langsung dalam penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan lingkungan daerah.
Dengan mengusung semangat “Bersatu, Tumbuh, dan Lestari”, peringatan HUT KLU ke-18 diharapkan memperkuat jati diri daerah yang berbudaya, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga alam Lombok Utara. (@ng)





0Komentar