Sumbawa Barat, (postkotantb.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Sumbawa Barat (KONI KSB) kecewa berat setelah batal ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi NTB (Porprov NTB) cabang olahraga Kick Boxing. Padahal, seluruh persiapan sudah berjalan dan dana miliaran rupiah telah dikeluarkan.

Ketua KONI KSB, Andi Laweng, MH, mengaku kaget mendengar adanya usulan pemindahan venue dari pengurus Kick Boxing Provinsi NTB.

“Jujur saya sangat kaget dan kecewa dengan adanya pemindahan lokasi pelaksanaan Porprov cabor Kick Boxing,” tegas Andi, Rabu (08/07/2026).

Proses Panjang Dikesampingkan

Menurut Andi, penetapan KSB sebagai tuan rumah ditempuh melalui proses panjang, termasuk verifikasi lapangan. Ia menilai keputusan pemindahan tidak bisa dilakukan secara sepihak.

“KONI NTB harus pahami prosedur awal untuk penetapan lokasi pelaksanaan Porprov. Jadi tidak bisa serta merta menyetujui pemindahan lokasi hanya karena permintaan dari pengurus Kick Boxing provinsi NTB,” sesalnya.

KONI KSB merasa dirugikan secara materi. Andi menyebut pihaknya sudah mengeluarkan anggaran besar untuk persiapan awal, termasuk pembelian material yang rencananya digunakan saat Porprov berlangsung.

“Saya juga sangat kecewa dengan alasan Kick Boxing NTB untuk memindahkan lokasi pelaksanaan Porprov,” timpalnya.

Ketua Kick Boxing KSB Dipecat di Tengah Persiapan

Hal senada disampaikan Ketua Kick Boxing KSB, Santri Yusmulyadi, ST. Ia mengaku terkejut karena dipecat sebagai pengurus tepat di saat sedang mempersiapkan fasilitas pendukung Porprov.

“Dengan arogan juga ketua Kick Boxing NTB memindahkan lokasi pelaksanaan Porprov,” ujarnya.

Santri menjelaskan, persoalan ini berawal dari kebijakan anggaran. KONI KSB bersama cabor daerah tidak menyerahkan anggaran pelaksanaan Porprov langsung ke provinsi, karena sesuai aturan pemerintah KSB, anggaran harus dikelola KONI bersama cabor daerah.

“Kenapa anggaran harus diberikan ke Kick Boxing NTB, sementara pelaksanaan di KSB,” urainya.

Ia juga menyoroti alasan “keamanan” yang disebut sebagai dasar pemindahan. Padahal, kata Santri, Sumbawa Barat tercatat sebagai daerah _zero horizontal conflict_ atau kabupaten paling aman di NTB.

“Ingat ya, KSB tercatat sebagai daerah Zero horizontal konflik,” tegasnya.

Meski dipecat, Santri menegaskan tidak akan surut mendukung atlet Kick Boxing KSB yang akan berlaga di Porprov NTB.

“Saya tidak gila menjadi ketua Cabor, tetapi semangat mengejar target perolehan medali tidak boleh surut meskipun dipindahkan lokasi pelaksanaan Porprov,” janjinya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari KONI NTB dan pengurus Kick Boxing Provinsi NTB terkait alasan pasti pemindahan venue tersebut. (Amry)