Askab PSSI KSB kecam kepemimpinan wasit dan minimnya pengamanan saat laga KSB vs Bima Kota di GOR 45 Turida

Ketua KONI NTB Mori Hanafi dalam jumpa pers di Media Center Hotel Grand Madani Mataram, Kamis (16/7). Foto Istimewa
Mataram, (postkotantb.com) - Ketua Umum KONI NTB, Mori Hanafi, mengakui dirinya sempat ditegur keras oleh Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. H.W. Musyafirin, terkait insiden keributan yang terjadi pada pertandingan sepak bola Porprov NTB antara Tim KSB vs Bima Kota di GOR 45 Turida, Mataram, Rabu (15/7).
Hal itu disampaikan Mori Hanafi dalam jumpa pers di Media Center Hotel Grand Madani Mataram, Kamis (16/7).
"Saya akui saya dimarahin oleh H. Musyafirin dan saya mengakui ada kelemahan sistem keamanan," kata Mori.
Teguran itu disampaikan Musyafirin melalui Sekretaris Umum Askab PSSI KSB saat Mori Hanafi datang meninjau lokasi kejadian.
"Coba lihat ketua, bagaimana ini bisa terjadi, mana petugas keamanannya kok tidak ada," ujar Musyafirin saat itu, dikutip Mori.
Buntut insiden tersebut, Mori menyatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di seluruh venue Porprov NTB. Ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Polda NTB.
"Bukan hanya sepak bola, semua cabor kami siap menjamin keamanan dan kenyamanan selama bertanding," tegas Mori.
Askab PSSI KSB Kecam Kinerja Wasit dan Panitia
Di sisi lain, Askab PSSI KSB menyatakan sikap mengecam kinerja perangkat pertandingan, khususnya wasit dan panitia pelaksana cabang olahraga sepak bola Porprov NTB, yang dinilai tidak mampu mengendalikan jalannya pertandingan secara profesional.
"Berdasarkan evaluasi kami, kepemimpinan wasit selama pertandingan berlangsung dinilai tidak adil dan tidak konsisten," tulis pernyataan Askab PSSI KSB.
Puncaknya, menurut Askab, saat terjadi kericuhan dua pemain Kabupaten Sumbawa Barat justru menerima kartu merah. Padahal insiden tersebut merupakan perselisihan yang melibatkan kedua tim.
"Hal ini menimbulkan kesan bahwa KSB menjadi pihak yang paling dirugikan," lanjut pernyataan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia pelaksana cabor sepak bola Porprov NTB terkait sanksi dan langkah lanjutan pasca keributan tersebut. (Red)

0Komentar