Laporan Sabdanom wartawan postkotantb.com Lombok Utara


Lombok Utara, (postkotantb.com) – Di tengah masifnya program pemberdayaan UMKM, kelompok pengerajin anyaman bambu di Anjah, Dusun Goa, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, masih harus bertahan secara mandiri. Usaha turun-temurun yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun ini hingga kini belum pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah Daerah.

Salah satu penggerak kelompok, Denda Nurhati, menuturkan usaha ini sudah dimulai sejak orang tuanya dan kini dilanjutkan anak cucu. 

“Kami mulai dari orang tua dulu, sekarang sudah anak cucu yang lanjutkan. Sudah lebih 30 tahunan. Tapi sampai sekarang belum pernah dapat bantuan alat, modal, atau pelatihan dari Pemda,” ujar Denda saat ditemui di kediamannya, Dusun Goa, Senin (31/8/2026).
 

Terkendala Bahan Baku dan Peralatan
 


Menurut Denda, tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan bahan baku dan peralatan. Bambu harus ditebang sendiri di hutan sekitar, lalu diolah dengan alat seadanya seperti pisau dan golok. Proses pengeringan pun masih mengandalkan panas matahari.

“Kalau musim hujan begini susah. Jemurannya lama kering, pesanan jadi telat. Padahal kalau ada mesin pemotong atau tempat pengeringan, hasil bisa lebih banyak,” jelasnya.

Ia menambahkan, kelompoknya sudah beberapa kali mengajukan proposal ke desa dan kecamatan. Namun hingga saat ini belum ada realisasi.

Harap Ada Pelatihan dan Akses Pasar

Padahal, produk anyaman bambu dari Dusun Goa dikenal kuat dan rapi, serta menjadi salah satu mata pencaharian utama warga di sana.

“Kami tidak minta banyak. Cuma butuh pelatihan desain, bantuan modal kecil, dan akses pemasaran. Biar anak muda juga mau teruskan, jangan sampai keterampilan ini hilang,” harap Denda.


Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lombok Utara terkait belum masuknya kelompok ini dalam program bantuan.

Warga berharap Pemda Lombok Utara dapat memetakan kembali kelompok-kelompok usaha mikro di desa yang selama ini luput dari pendataan. Tujuannya agar potensi ekonomi lokal seperti anyaman bambu di Dusun Goa bisa terus hidup dan berkembang.