Lombok Barat, (postkotantb. com) - Langkah prestasi kembali ditorehkan siswa MAN Lombok Barat. Dua siswa terbaik madrasah berhasil mengamankan tiket menuju Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi NTB setelah meraih Juara 3 pada ajang OMI tingkat Kabupaten/Kota yang berlangsung 7 September 2026.
Kedua siswa tersebut yakni Nayla Intan Zamanika dari bidang Biologi dan Syekhana Abdi Sabda dari bidang Geografi. Keduanya berhasil menunjukkan kemampuan terbaik di tengah persaingan dan kini bersiap menghadapi tantangan yang lebih berat pada OMI tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung 5 Oktober 2026 mendatang.
Bagi keluarga besar MAN Lombok Barat, capaian tersebut bukan sekadar angka di papan peringkat. Prestasi Nayla dan Syekhana menjadi bukti bahwa kerja keras, pembinaan dan keberanian siswa untuk berkompetisi mampu melahirkan hasil yang membanggakan.
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., menyambut capaian tersebut dengan penuh apresiasi. Menurutnya, keberhasilan dua siswa itu menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun budaya prestasi sekaligus mendorong peserta didik agar berani mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi capaian yang diraih oleh Nayla Intan Zamanika dan Syekhana Abdi Sabda. Mereka telah menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi melalui kompetisi akademik,” ujarnya.
Ia menegaskan, prestasi tersebut tidak lahir secara instan. Ada proses panjang yang dilalui, mulai dari latihan, pendampingan, penguatan materi, evaluasi hingga kerja keras siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Apresiasi juga disampaikan kepada para pembina yang dinilai memiliki peran penting dalam mengantarkan siswa hingga mampu melaju ke tingkat provinsi.
“Saya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para pembina yang dengan konsisten dan gigih membimbing serta membina anak-anak kita. Keberhasilan siswa tentu tidak terlepas dari kerja keras, kesabaran dan ketekunan para pembina,” katanya.
Menurut H. Kemas Burhan, pembinaan prestasi tidak hanya berbicara mengenai penguasaan materi. Lebih dari itu, siswa juga perlu dibekali kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, mental bertanding serta semangat untuk terus belajar.
Karena itu, ia meminta kedua siswa tidak cepat berpuas diri dengan hasil yang telah diraih di tingkat Kabupaten/Kota.
“Prestasi Juara 3 Kabupaten/Kota adalah awal yang baik. Setelah ini tentu harus ada evaluasi dan persiapan yang lebih matang. Kami berharap Nayla dan Syekhana dapat tampil maksimal di tingkat provinsi, membawa nama baik MAN Lombok Barat dan memberikan hasil terbaik,” tegasnya.
Bukan Sekadar Lomba, Ada Proses Panjang di Baliknya
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Para siswa mendapatkan pendampingan melalui latihan soal, penguatan konsep, pembahasan materi hingga simulasi menghadapi kompetisi.
Pembina bidang Biologi dan Geografi juga memberikan pendampingan sesuai karakteristik masing-masing bidang. Materi yang masih menjadi kelemahan siswa dipetakan untuk kemudian diperkuat melalui latihan dan evaluasi secara berkala.
Salah seorang pembina mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian Nayla dan Syekhana.
“Anak-anak sudah berusaha dengan sungguh-sungguh. Tugas kami sebagai pembina adalah terus mendampingi, memberikan penguatan materi, mengevaluasi hasil latihan dan memotivasi mereka agar tidak mudah menyerah,” ungkapnya.
Menurutnya, persaingan di tingkat provinsi tentu akan jauh lebih ketat. Karena itu, hasil di tingkat Kabupaten/Kota menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kekurangan.
Nayla Ingin Bawa Nama Baik Madrasah
Bagi Nayla Intan Zamanika, tiket menuju OMI tingkat provinsi menjadi pengalaman sekaligus tantangan baru. Juara 3 bidang Biologi di tingkat Kabupaten/Kota justru membuatnya semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan.
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk mewakili MAN Lombok Barat di tingkat provinsi. Prestasi ini menjadi motivasi bagi saya untuk belajar lebih giat lagi. Saya juga berterima kasih kepada bapak dan ibu guru serta pembina yang sudah membimbing saya,” ujar Nayla.
Menghadapi kompetisi tingkat provinsi, Nayla mengaku akan memperbanyak latihan dan memperkuat kembali materi yang masih perlu ditingkatkan.
“Saya ingin memberikan yang terbaik dan membawa nama baik MAN Lombok Barat. Mohon doa dan dukungan dari bapak dan ibu guru, orang tua serta teman-teman,” katanya.
Syekhana Siap Hadapi Persaingan Lebih Berat
Semangat yang sama ditunjukkan Syekhana Abdi Sabda. Peraih Juara 3 bidang Geografi tersebut menganggap keberhasilannya sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus belajar menghadapi kompetisi yang lebih besar.
“Saya bersyukur bisa lolos ke tingkat provinsi. Ini menjadi pengalaman sekaligus tantangan bagi saya. Setelah ini saya harus lebih banyak belajar dan berlatih karena persaingannya tentu akan semakin berat,” ungkapnya.
Syekhana juga menyampaikan terima kasih kepada guru dan pembina yang selama ini mendampinginya.
“Saya akan berusaha semaksimal mungkin dan mudah-mudahan bisa memberikan hasil yang lebih baik di tingkat provinsi,” katanya.
Kini, tantangan baru telah menanti. 5 Oktober 2026 menjadi momentum bagi Nayla dan Syekhana untuk kembali menunjukkan kemampuan terbaik mereka di panggung OMI tingkat Provinsi NTB.
Bagi MAN Lombok Barat, perjuangan keduanya bukan hanya tentang mengejar juara. Lebih dari itu, keberangkatan mereka menjadi bagian dari proses membangun karakter siswa yang berani berkompetisi, pantang menyerah dan mampu membawa nama baik madrasah.
Dua siswa, dua bidang, satu tekad: membawa nama MAN Lombok Barat melangkah lebih jauh. (Ramli Jamak)



0Komentar