Sumbawa Barat, (postkotantb.com) - Meski mencatatkan angka konsumsi ikan tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, kebutuhan ikan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masih defisit hingga 1.390 ton per tahun.

Kondisi tersebut menjadi fokus penguatan sektor perikanan melalui peluncuran Kluster Perikanan Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa yang dirangkaikan dengan Lomba Masak Serba Ikan (LMSI) Tingkat Kabupaten Tahun 2026. Kegiatan digelar di Gedung Hanipati, Taliwang, Rabu (23/09/2026).

Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanifah Musyafirin, S.Pt., M.M. Program ini menggabungkan penguatan di sisi hulu melalui bantuan bibit, pakan, dan sarana prasarana budidaya, dengan penguatan sisi hilir melalui pengolahan dan konsumsi ikan di tingkat keluarga.


Kepala Dinas Perikanan KSB, Agus Purnawan, S.Pi., M.M., dalam laporannya menyebut angka konsumsi ikan KSB pada 2025 mencapai 41,77 persen, tertinggi di NTB.

"Pada hari ini upaya tersebut kami wujudkan dari dua sisi. Yang pertama adalah dari sisi hulunya melalui penyerahan bibit ikan nanti kepada calon penerima manfaat program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa. Kemudian dari sisi hilirnya melalui lomba masak serba ikan yang akan mendorong konsumsi ikan di tingkat keluarga," jelas Agus.

Menurutnya, tingginya konsumsi tersebut belum sepenuhnya diimbangi produksi lokal sehingga sebagian kebutuhan masih harus dipenuhi dari luar daerah.

Wakil Bupati Hj. Hanifah menekankan agar hasil tangkapan nelayan tidak berhenti sebagai konsumsi rumah tangga, tetapi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi melalui UMKM dan kelompok perempuan.

"Kenapa harus diadakan lomba seperti ini? Agar para nelayan kita hasil tangkapan ikan yang dihasilkan dapat dijual ke masyarakat untuk dibuatkan bahan olahan makanan, sehingga para nelayan kita mendapatkan outcome dari hasil tangkapan mereka," ujar Wabup.

Pemerintah daerah juga menyiapkan penguatan rantai dingin perikanan melalui pembangunan cold storage.

"Di kluster perikanan ini salah satunya nanti akan dibuatkan cold storage di Kabupaten Sumbawa Barat, agar ikan-ikan yang dihasilkan oleh para nelayan kita dapat disimpan dengan baik sehingga nilai dari kualitas protein, vitamin dari ikan tersebut dapat terjaga dengan baik," tegas Hj. Hanifah.

Peluncuran kluster perikanan ditandai dengan pemukulan gong dan dilanjutkan penyerahan bantuan secara simbolis kepada lima pembudidaya, yakni Ibrahim dari Senayan, Poto Tano; Rusdianto dari Mura, Brang Ene; Sirajudin dari Dasan Anyar, Jereweh; Jayadi dari Taliwang; dan Irwan dari Arken, Taliwang.


Sementara itu, LMSI diikuti delapan kontingen TP PKK kecamatan se-KSB dengan dua kategori, yakni menu keluarga berbahan udang vaname melalui live cooking selama 60 menit dan menu kudapan berbahan ikan nila. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan KSB untuk mewakili NTB pada LMSI tingkat nasional pada Oktober 2026 mendatang. (Amry)