Lombok Barat, (postkotantb.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas di Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, menanam "Apotek Hidup". Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga tentang kesehatan sekaligus memanfaatkan tanaman obat yang ada di lingkungan sekitar
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus dilakukan mahasiswa KKN di Desa Sesela. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pembuatan dan penanaman Apotek Hidup.
Program ini menjadi langkah nyata kolaborasi mahasiswa dan warga dalam memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami berbagai jenis tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
"Tujuannya tidak hanya menghijaukan lingkungan, tapi juga menghidupkan kembali pemanfaatan tanaman berkhasiat yang sudah dikenal masyarakat sejak dulu," ujar perwakilan mahasiswa KKN.
Apotek Hidup adalah pemanfaatan lahan dengan menanam beragam tanaman berkhasiat. Keberadaannya diharapkan menjadi alternatif sederhana bagi warga untuk mengenal, merawat, dan memanfaatkan kekayaan hayati di sekitar rumah.
Tanaman yang dipilih merupakan jenis yang mudah ditemukan dan dirawat. Beberapa di antaranya:
- Lidah mertua: tanaman hias yang membantu menghijaukan lingkungan dan menjaga kualitas udara
- Sereh: bumbu masakan dan bahan minuman tradisional yang memberi rasa hangat
- Kunyit: bahan jamu dan minuman herbal yang sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional
- Jeruk nipis: kaya vitamin C, digunakan untuk minuman dan membantu melegakan tenggorokan
- Jeruk purut: bahan masakan sekaligus perawatan tubuh dan rambut
- Kemangi: lalapan dengan aroma khas
- Lidah buaya: gelnya dimanfaatkan untuk perawatan kulit dan rambut
- Cabai: kebutuhan dapur sekaligus sumber vitamin
- Jarak pagar: memiliki pemanfaatan tradisional, namun penggunaannya harus dengan pengetahuan tepat karena sebagian bagiannya bersifat toksik
Mahasiswa KKN menekankan program ini tidak berhenti di penanaman. Keberlanjutan menjadi kunci. Karena itu warga didorong terlibat dalam perawatan seperti menyiram, membersihkan, dan menjaga area Apotek Hidup.
Anak-anak juga diajak mengenal tanaman sejak dini agar memahami manfaat dan pentingnya menjaga kelestarian tumbuhan.
Dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah, masyarakat diharapkan bisa lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan herbal sederhana. Lahan yang sebelumnya tidak produktif bisa diubah menjadi ruang hijau yang bermanfaat.
Meski begitu, mahasiswa mengingatkan pemanfaatan tanaman obat harus bijak. Apotek Hidup diposisikan sebagai edukasi dan penanganan keluhan ringan, bukan pengganti layanan medis. Untuk penyakit berat, warga tetap harus konsultasi ke tenaga kesehatan.
Mahasiswa berharap Apotek Hidup bisa menjadi warisan program KKN yang terus dirawat masyarakat setelah mereka kembali ke kampus.
"Menanam satu tanaman, merawat lingkungan, dan membangun kebiasaan hidup sehat adalah langkah sederhana yang dampaknya besar jika dilakukan konsisten," ujarnya.
Dengan semangat gotong royong antara mahasiswa dan warga, Apotek Hidup diharapkan menjadi simbol kemandirian, kepedulian lingkungan, edukasi kesehatan, dan langkah awal menuju Desa Sesela yang lebih sehat, hijau, mandiri, dan sejahtera. (Red)




0Komentar