Hasbi, S.IP. calon petahana (tiga dari kanan), saat mendaftarkan diri kembali sebagai calon Kepala Desa Kuripan. Foto Istimewa



Lombok Barat, (postkotantb.com) - Calon Kepala Desa petahana Kuripan, Hasbi, S.IP., kembali melangkah mengikuti tahapan demokrasi dengan mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Kuripan.

Berbeda dengan suasana pendaftaran yang kerap diwarnai iring-iringan pendukung, Hasbi memilih berangkat dari kediamannya seorang diri sekitar pukul 07.00 WITA. Langkah tersebut disebutnya bukan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan sebagai bentuk kesederhanaan sekaligus kesiapan menjalani proses demokrasi.

"Pagi ini saya melangkah dari rumah seorang diri. Tanpa iring-iringan, tanpa kemeriahan, dan tanpa perlu menunjukkan siapa yang paling kuat. Saya berangkat dengan membawa niat, pengalaman, dan tanggung jawab pengabdian kepada Desa Kuripan," ujar Hasbi, Kamis, 1 Oktober 2026.

Menurut Hasbi, jabatan Kepala Desa merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, keputusan untuk kembali mencalonkan diri bukan karena dirinya merasa paling sempurna, tetapi karena masih ada pengabdian yang ingin dilanjutkan.

"Sebagai petahana, saya memahami bahwa jabatan adalah amanah. Melanjutkan pengabdian adalah ikhtiar yang harus ditempuh melalui proses demokrasi. Saya tidak kembali karena merasa paling sempurna. Saya kembali karena masih ada pengabdian yang ingin dituntaskan," katanya.

Ia menegaskan, keberangkatannya seorang diri menuju tempat pendaftaran tidak berarti bahwa pengabdian yang dijalankan selama ini hanya berorientasi pada dirinya. Menurutnya, kepemimpinan desa pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan masyarakat dan masa depan Desa Kuripan.

"Saya melangkah sendiri, tetapi pengabdian ini tidak pernah tentang diri sendiri. Pengabdian ini adalah tentang masyarakat dan masa depan," tegasnya.

Momentum pendaftaran pada Kamis, 1 Oktober 2026 juga dimaknai Hasbi sebagai kesempatan untuk meneguhkan kembali niat pengabdian. Tanggal tersebut bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, yang menurutnya dapat menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan menjalankan proses demokrasi dengan menjunjung nilai-nilai kebangsaan.

"Bagi saya, perbedaan pilihan dalam demokrasi adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga persaudaraan dan persatuan di tengah perbedaan," ungkapnya.

Sementara itu, waktu keberangkatan sekitar pukul 07.00 WITA dimaknainya sebagai simbol dimulainya sebuah langkah baru. Sebagai petahana yang telah menjalankan amanah sejak 2019, Hasbi menyebut pencalonan kembali bukan berarti memulai semuanya dari nol, melainkan membawa pengalaman dan pembelajaran dari perjalanan pengabdian sebelumnya.

"Pagi adalah simbol harapan dan kesempatan untuk menata kembali niat. Saya tidak memulai dari nol, tetapi melanjutkan dari pengalaman dan apa yang telah saya jalani selama mengemban amanah sebagai Kepala Desa Kuripan," tuturnya.

Dalam menghadapi tahapan Pilkades, Hasbi juga menyampaikan komitmennya untuk menghormati hak masyarakat dalam menentukan pilihan. Ia mengajak seluruh pihak agar perbedaan pilihan tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan di tengah masyarakat.

"Kepada Allah SWT saya berserah diri. Kepada masyarakat saya menghormati hak untuk menentukan pilihan. Berbeda pilihan tetap bersaudara, berbeda pandangan tetap menjaga persatuan," pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, Hasbi membawa pesan "Demokrasi Adem Ayem, Kuripan Tetap Bersaudara" sebagai bagian dari komitmennya untuk menjaga suasana demokrasi yang damai, santun, serta tetap mengedepankan persatuan masyarakat Desa Kuripan. (Red)