Sumbawa Besar, (postkotantb.com)— Perlindungan anak dari ancaman penyakit campak membutuhkan keterlibatan aktif orang tua. Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa mengajak masyarakat memanfaatkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak dengan membawa anak usia 9–59 bulan ke posyandu maupun fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, SKM., MPH., menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah penting untuk melindungi anak dari risiko penularan campak beserta komplikasi yang dapat ditimbulkannya. tegasnya pada Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, pelaksanaan ORI Campak yang berlangsung pada 1–31 Oktober 2026 menjadi kesempatan bagi orang tua untuk memastikan anak memperoleh perlindungan melalui imunisasi sesuai sasaran program.
Dinas Kesehatan menargetkan cakupan imunisasi mencapai 95 persen atau sebanyak 24.464 anak dari total sasaran 25.752 anak.
Namun, berdasarkan data hingga 14 Oktober 2026, jumlah anak yang telah mendapatkan imunisasi baru mencapai 9.990 anak atau 38,8 persen. Capaian tersebut menjadi dorongan bagi petugas kesehatan untuk terus mengintensifkan pelayanan dan meningkatkan partisipasi masyarakat selama sisa waktu pelaksanaan program.
Sejumlah wilayah telah mencatat perkembangan capaian yang cukup baik. Puskesmas Rhee berada pada posisi tertinggi dengan capaian 73,6 persen, diikuti Puskesmas Utan sebesar 72,9 persen dan Puskesmas Empang sebesar 60,6 persen.
Sarip mengingatkan bahwa campak bukan sekadar penyakit dengan gejala demam dan ruam pada kulit. Penyakit ini juga berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, diare berat, radang otak, hingga kematian.
Oleh karena itu, ia berharap orang tua tidak menunda membawa anak untuk mendapatkan imunisasi selama pelayanan ORI Campak masih berlangsung. Dukungan keluarga dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas perlindungan kesehatan anak.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi agar target yang ditetapkan dapat tercapai. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan anak sekaligus menekan risiko penyebaran campak di wilayah Kabupaten Sumbawa. (Jhey)


0Komentar