Sumbawa Besar, (postkotantb.com) — Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus berupaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat sekaligus mempersiapkan tenaga kerja lokal menghadapi kebutuhan industri. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sumbawa Job Fair 2026 yang menyediakan 269 lowongan kerja dari 17 perusahaan.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, H. Khaeruddin, S.E., M.Si., mengatakan, Sumbawa Job Fair 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi sarana mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan peluang kerja.
Perusahaan yang berpartisipasi berasal dari berbagai sektor, mulai dari pembiayaan, perbankan, perhotelan, pemasok barang, distributor, hingga perdagangan.
“Berdasarkan rapat terakhir, sudah terkumpul 17 perusahaan dengan 269 lowongan pekerjaan. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat pencari kerja di Kabupaten Sumbawa untuk memperoleh informasi sekaligus mengikuti proses rekrutmen sesuai kualifikasi yang dibutuhkan,” ujar Khaeruddin.
Sumbawa Job Fair 2026 akan berlangsung selama dua hari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA, bertempat di halaman Kantor Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Jalan Garuda Nomor 93, Lempeh, Sumbawa Besar.
Pemerintah daerah mengharapkan masyarakat pencari kerja dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mempersiapkan dokumen administrasi dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan masing-masing perusahaan.
Siapkan Tenaga Kerja Lokal Hadapi Industri Tambang
Selain membuka akses terhadap lowongan kerja yang tersedia saat ini, Disnakertrans Kabupaten Sumbawa juga mulai mempersiapkan tenaga kerja lokal untuk menghadapi peluang rekrutmen dalam skala lebih besar, khususnya seiring rencana pengembangan industri pertambangan di wilayah Sumbawa.
Khaeruddin menjelaskan, berdasarkan informasi awal yang diterima, kebutuhan tenaga kerja dalam sejumlah tahapan pengembangan proyek pertambangan diperkirakan mencapai puluhan ribu orang dalam beberapa tahun mendatang. Meski demikian, jumlah kebutuhan riil, tahapan rekrutmen, dan kualifikasi jabatan masih perlu dipastikan melalui koordinasi dengan perusahaan terkait.
Karena itu, Disnakertrans berencana memperkuat komunikasi dengan pihak perusahaan untuk memperoleh informasi terperinci mengenai jenis pekerjaan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, persyaratan pendidikan, keterampilan, pengalaman, hingga standar kesehatan yang harus dipenuhi calon pekerja.
Informasi tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memetakan kompetensi pencari kerja sekaligus menyusun program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kita ingin tenaga kerja Sumbawa tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengambil bagian dan memperoleh kesempatan bekerja sesuai kompetensinya. Karena itu, informasi mengenai kebutuhan perusahaan harus kita dapatkan lebih awal agar persiapan bisa dilakukan secara terarah,” katanya.
Menurut Khaeruddin, persiapan tenaga kerja lokal tidak dapat hanya mengandalkan kapasitas Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Sumbawa. Apabila kebutuhan pelatihan meningkat dan melampaui kapasitas yang tersedia, kerja sama dengan BLK di daerah lain, termasuk di tingkat provinsi, perlu diperkuat.
Kolaborasi juga diperlukan dengan lembaga pelatihan kerja, dunia usaha, penyedia tenaga kerja, serta instansi pemerintah terkait agar peningkatan kompetensi calon pekerja dapat berjalan lebih efektif.
Ia menegaskan, program pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan nyata perusahaan. Dengan demikian, calon pekerja tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga memiliki keterampilan, kedisiplinan, dan pemahaman budaya kerja yang dibutuhkan untuk memasuki dunia industri.
Disnakertrans berharap koordinasi dengan perusahaan dapat segera menghasilkan informasi yang lebih terperinci sehingga pemerintah daerah bersama lembaga pelatihan dapat menyusun langkah konkret dalam mempersiapkan pencari kerja Sumbawa.
Melalui Sumbawa Job Fair 2026 dan penguatan pelatihan vokasi, Disnakertrans berupaya memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesiapan sumber daya manusia lokal agar mampu mengambil peran dalam perkembangan dunia usaha dan industri di Kabupaten Sumbawa. (Jhey)


0Komentar