Lombok Utara, (postkotantb.com) – Gemuruh dentuman alat musik tradisional dan riuh keceriaan ratusan warga menyelimuti kawasan Pesisir Pantai Sejeput, Dusun Panggung Timur, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, pada Minggu (04/10/2026).

Ratusan masyarakat Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, tumpah ruah melintasi jalanan dalam iring-iringan kolosal tradisi Serah Kirangan, sebuah bagian sakral dari rangkaian hajatan pernikahan adat (gawe adat) Sasak Wet Sukadana.

Iring-iringan yang mengular panjang ini menjadi simbol kokohnya tali silaturahmi serta tradisi gotong royong antardua wilayah tetangga, yakni Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan. Dalam rombongan tersebut, warga dari pihak mempelai pria bahu-membahu membawa beragam kebutuhan logistik dapur untuk diserahkan secara adat kepada pihak keluarga pengantin wanita.

Bahan-bahan pangan hasil bumi tampak dibawa berjejer oleh rombongan, mulai dari berkarung-karung beras, puluhan butir kelapa, aneka kue dan jajan tradisional khas Sasak, tandan-tandan pisang segar, hingga tumpukan kayu bakar. Menjadi pusat perhatian di tengah barisan, rombongan juga mengarak satu ekor sapi hidup berukuran besar yang diserahkan utuh sebagai bahan utama hidangan tamu gawe adat.


Suasana sepanjang jalur pesisir Kayangan kian semarak dan bergemuruh berkat alunan musik energik dari kelompok pertunjukan Gendang Beleq KARTIKA JAYA SUKADANA. Dentuman gending-gending Sasak yang dinamis, perpaduan pukulan drum kayu raksasa, ceng-ceng, dan gong, berhasil menghidupkan suasana serta menyedot perhatian warga setempat yang berdiri antusias di sepanjang tepi jalan.

Setibanya rombongan di kediaman mempelai perempuan di Panggung Timur, suasana haru dan penuh kehangatan langsung menyambut kedatangan para tamu dari Bayan. Para tokoh adat, pemangku desa, dan keluarga besar pengantin wanita menerima rombongan Serah Kirangan dengan tata cara penghormatan adat yang kental.

Seluruh perlengkapan dan bahan makanan yang diserahkan langsung ditampung di area dapur umum untuk diolah dan dimasak bersama secara gotong royong oleh warga sekitar.


Setelah seluruh prosesi penyerahan barang dan ramah tamah selesai dilaksanakan dengan lancar, rombongan dari Desa Sukadana menyampaikan prosesi pamitan kepada keluarga tuan rumah. Ratusan warga tersebut kemudian bergerak pulang secara tertib dan beriringan kembali menuju Kecamatan Bayan, menutup prosesi budaya yang penuh warna dan persaudaraan tersebut.

Pewarta: Sabdanom