Lombok Barat, (postkotantb.com) — Pendaftaran bakal calon Kepala Desa Lembar dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Lombok Barat 2026 mulai dibuka. Ismail menjadi orang pertama yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Lembar pada Rabu (30/9/2026).

Keputusan tersebut sekaligus menandai langkah baru dalam perjalanan pengabdiannya setelah kurang lebih sepuluh tahun menjalankan tugas sebagai Kepala Dusun (Kadus) Bakong Dasan, Desa Lembar, Kecamatan Lembar.

Ismail mengaku siap melepaskan jabatan sebagai perangkat desa yang selama ini diembannya dengan penuh keikhlasan. Baginya, keputusan maju dalam Pilkades bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan bagian dari ikhtiar untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi Desa Lembar.


“Saya melepas jabatan sebagai kepala dusun dengan ikhlas. Ini bagian dari pilihan untuk mengabdikan diri dalam ruang yang lebih luas dan bersama-sama mendorong kemajuan Desa Lembar,” ujarnya usai melakukan pendaftaran.

Selama menjadi Kepala Dusun Bakong Dasan sejak 2014, Ismail menyebut berbagai perubahan telah dirasakan masyarakat. Salah satunya terlihat dari pembangunan masjid yang semakin representatif, keamanan dan ketertiban masyarakat yang terjaga, serta tumbuhnya toleransi dan rasa persaudaraan antarwarga.

Menurutnya, capaian tersebut bukan hasil kerja seorang kepala dusun semata. Kemajuan di wilayahnya merupakan buah dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

“Tidak ada perubahan yang bisa dilakukan sendiri. Apa yang sudah dicapai di Dusun Bakong Dasan merupakan hasil kerja keras, kebersamaan dan kerja sama dengan seluruh masyarakat serta berbagai pihak,” katanya.

Berangkat dari pengalaman tersebut, Ismail membawa gagasan yang dirangkumnya dalam jargon “JITU”, yakni Jujur, Inovasi, Transparan dan Unggul.

Empat prinsip tersebut, kata Ismail, akan menjadi pijakan apabila dirinya mendapat amanah masyarakat untuk memimpin Desa Lembar.

Jujur menjadi landasan dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Inovasi diarahkan untuk mencari terobosan baru dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Sementara transparansi menjadi bagian penting dalam pengelolaan pemerintahan dan pembangunan desa agar masyarakat mengetahui arah serta penggunaan program dan anggaran desa.

Sedangkan prinsip unggul, menurut Ismail, diarahkan untuk mendorong Desa Lembar memiliki sumber daya manusia, pelayanan publik, ekonomi masyarakat dan pembangunan desa yang semakin baik.

Ia meyakini Desa Lembar memiliki potensi besar untuk berkembang lebih maju. Karena itu, pembangunan desa ke depan menurutnya harus dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan mengedepankan kolaborasi.

“Desa memiliki banyak potensi. Yang dibutuhkan adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara bersama-sama, transparan dan inovatif. Pemerintah desa tidak boleh berjalan sendiri. Masyarakat harus menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan,” tegasnya.

Ismail juga menekankan bahwa pengalaman selama menjadi kepala dusun menjadi modal penting untuk memahami secara langsung kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.

Selama sepuluh tahun memimpin Dusun Bakong Dasan, ia bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari keamanan, sosial kemasyarakatan, pembangunan hingga hubungan antarwarga.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan dirinya berani mengambil langkah untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Lembar.


“Sepuluh tahun menjadi kepala dusun memberikan saya banyak pengalaman. Saya belajar bagaimana mendengar masyarakat, menyelesaikan persoalan bersama dan membangun kebersamaan. Pengalaman itu yang ingin saya bawa untuk pengabdian yang lebih luas,” ujarnya.

Meski demikian, Ismail menyadari bahwa Pilkades merupakan proses demokrasi yang sepenuhnya menjadi hak masyarakat. Karena itu, ia menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan Pilkades sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Lembar menjaga suasana demokrasi agar tetap aman, tertib, damai dan penuh persaudaraan.

“Pilkades adalah pesta demokrasi masyarakat. Berbeda pilihan adalah hal biasa. Jangan sampai perbedaan pilihan memutus persaudaraan. Siapa pun nantinya yang mendapat amanah masyarakat, harus kita dukung untuk kemajuan Desa Lembar,” katanya.

Dengan pendaftaran dirinya sebagai bakal calon pertama, Ismail berharap momentum Pilkades Serentak 2026 dapat menjadi ruang bagi masyarakat Desa Lembar untuk menentukan arah pembangunan desa ke depan secara demokratis.


Ia membawa semangat JITU: Jujur, Inovasi, Transparan dan Unggul, dengan harapan Desa Lembar dapat bergerak menuju perubahan yang lebih signifikan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Mari bersama-sama membangun Desa Lembar. Perubahan bukan pekerjaan satu orang, tetapi kerja bersama seluruh masyarakat,” pungkasnya. Ramli Jamak