Lombok Barat, (postkotantb.com) – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Lombok Barat, dinamika politik di tingkat desa mulai menghangat. Desa Mareje Timur, Kecamatan Lembar, menjadi salah satu desa yang turut bersiap menghadapi pesta demokrasi tersebut, dengan munculnya sejumlah figur yang menawarkan gagasan pembangunan untuk masa depan desa.

Salah satu bakal calon yang mulai memperkenalkan arah pembangunan adalah Samsul Rijal, S.P. Berbekal latar belakang pendidikan dan pengalaman sekitar delapan tahun sebagai tenaga lapangan di sektor pertanian, ia menawarkan konsep pembangunan yang menitikberatkan pada peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, pemerataan infrastruktur, serta pemberdayaan generasi muda.

Dalam kontestasi Pilkades Mareje Timur, Samsul Rijal disebut-sebut akan berhadapan dengan petahana Musmuliadi, M.Pd. Keduanya menjadi figur yang diperbincangkan dalam dinamika pencalonan kepala desa yang diharapkan melahirkan pilihan terbaik bagi masyarakat.

Lahir pada 1992, Samsul Rijal menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Kediri hingga lulus pada 2010, sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Mataram (Unram) dan menyelesaikan studinya pada 2016.

Usung Pemerintahan Transparan dan Berpihak kepada Masyarakat

Dalam pencalonannya, Samsul Rijal mengusung visi:

"Mewujudkan Desa Mareje Timur Maju, Aman, Nyaman, Bermartabat, Berbudaya melalui Pemerintahan Desa yang Transparan, Akuntabel, Inovatif, Peduli, Berpihak kepada Masyarakat dan Berdaya Saing."

Visi tersebut menempatkan tata kelola pemerintahan sebagai fondasi utama pembangunan desa.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merumuskan delapan misi:

1.  Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang ramah, cepat, tepat, dan merata.
2.  Mendorong kesejahteraan ekonomi melalui pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata.
3.  Memperkuat kerukunan dan kebersamaan melalui pemeliharaan nilai agama, adat istiadat, seni budaya, serta olahraga.
4.  Mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi lokal dan mendukung pertumbuhan UMKM.
5.  Mendorong pembangunan infrastruktur secara merata, meliputi jalan desa, fasilitas umum, penerangan jalan, serta pemeliharaan infrastruktur.
6.  Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perhatian terhadap pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial.
7.  Memperluas ruang partisipasi generasi muda dengan membentuk kelompok kreatif sesuai minat dan bakat.
8.  Mewujudkan lingkungan desa yang aman, nyaman, dan tertib melalui pembinaan keamanan swakarsa.

Pengalaman Pertanian Jadi Modal

Salah satu gagasan yang menjadi perhatian adalah penguatan sektor pertanian dan peternakan. Dengan pengalamannya sebagai tenaga lapangan di Dinas Pertanian, ia menilai sektor tersebut memiliki peluang besar menjadi penopang ekonomi warga apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan.

Sementara itu, optimalisasi BUMDes dan pemberdayaan UMKM diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih produktif.

Kini, masyarakat Mareje Timur memiliki peran penting untuk mencermati setiap visi dan misi yang disampaikan, membandingkan gagasan para bakal calon secara objektif, serta menilai siapa yang paling siap membawa perubahan nyata bagi desa. (Ramli Jamak)