Lombok Barat, (postkotantb.com) – Semangat menyebarkan kebaikan tidak hanya dilakukan melalui mimbar dakwah dan ruang belajar, tetapi juga melalui kekuatan informasi. Berangkat dari semangat tersebut, Lenterahati Islamic Boarding School mengajak santri, guru, alumni, wali santri, hingga relawan yang memiliki minat di bidang jurnalistik untuk bersinergi menyebarkan dakwah, edukasi, dan informasi positif melalui Grup WhatsApp Media Lenterahati.

Inisiatif ini menjadi langkah untuk membangun ruang kolaborasi publikasi yang produktif, kreatif, dan bertanggung jawab. Melalui media tersebut, berbagai kegiatan, prestasi, program pendidikan, kiprah santri dan guru, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan di lingkungan Lenterahati diharapkan dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.

Mudirul Aam Pesantren Lenterahati Islamic Boarding School, Muazar Habibi, yang akrab disapa Abah, sekaligus dosen Program Studi S1 PAUD FKIP Universitas Mataram, menekankan pentingnya menjadikan informasi sebagai sarana menebarkan nilai-nilai kebaikan.

“Setiap informasi yang baik adalah bagian dari dakwah.”

Pesan tersebut menjadi semangat utama dalam membangun Media Lenterahati, bahwa setiap orang dapat mengambil bagian dalam dakwah sesuai kemampuan dan perannya, termasuk melalui tulisan, foto, video, maupun berbagai konten digital yang mencerahkan.

Bangun Budaya Publikasi yang Aktif dan Produktif

Untuk menjaga konsistensi publikasi, Media Lenterahati menerapkan dua pola kerja, yakni publikasi rutin bulanan dan publikasi kolaboratif setiap kali terdapat kegiatan atau agenda khusus.

Dalam publikasi rutin, setiap anggota diharapkan dapat menghasilkan sedikitnya satu konten setiap bulan apabila tidak ada agenda khusus. Selain itu, lima hingga enam wartawan dijadwalkan secara bergiliran setiap bulan untuk memastikan kegiatan publikasi berjalan secara berkesinambungan.

Tema yang diangkat mencakup tiga bidang utama, yaitu dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.

Konten dakwah dapat berupa pesan-pesan keislaman, kisah keteladanan, nilai akhlak, inspirasi kehidupan, hingga kajian singkat yang mudah dipahami masyarakat. Sementara itu, konten pendidikan dapat dikembangkan melalui tips belajar, pola asuh anak atau parenting, informasi pendidikan, serta berbagai aktivitas pembelajaran di sekolah dan pesantren.

Adapun konten sosial diarahkan pada kegiatan kepedulian masyarakat, pelestarian lingkungan, kesehatan, aksi kemanusiaan, serta berbagai persoalan sosial yang memiliki nilai edukasi dan manfaat bagi publik.

Dengan beragam tema tersebut, Media Lenterahati diharapkan tidak sekadar menjadi saluran informasi internal, tetapi juga berkembang menjadi ruang berbagi pengetahuan dan inspirasi bagi masyarakat luas.

Saat Pesantren Bergerak, Informasi Positif Harus Menjangkau Masyarakat

Kolaborasi publikasi juga menjadi bagian penting ketika Lenterahati menyelenggarakan kegiatan khusus. Seluruh anggota diharapkan dapat mengambil peran dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan pesantren, prestasi santri dan guru, kunjungan, kerja sama kelembagaan, program unggulan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Format publikasi pun terbuka dan menyesuaikan kreativitas anggota, mulai dari artikel berita, tulisan inspiratif, foto dokumentasi, video kegiatan, infografis, hingga konten reels dan story di media sosial.

Melalui kerja bersama ini, setiap anggota dapat saling melengkapi dalam mengolah informasi, memperluas jangkauan publikasi, serta memperkenalkan berbagai aktivitas positif Lenterahati kepada khalayak yang lebih luas.

Semangat kolaborasi tersebut sekaligus membuka ruang bagi santri, alumni, guru, wali santri, dan relawan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, literasi digital, serta kemampuan jurnalistik secara bertanggung jawab.

Menebarkan Kebaikan, Tetap Menjaga Etika dan Akurasi

Di tengah derasnya arus informasi digital, kecepatan menyampaikan berita harus tetap berjalan seiring dengan ketepatan dan tanggung jawab.

Karena itu, seluruh anggota Media Lenterahati diharapkan mengutamakan akurasi informasi, kejelasan sumber, kesantunan bahasa, serta penghormatan terhadap etika dan privasi. Setiap konten harus disusun secara informatif, edukatif, dan inspiratif, tanpa memuat unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang bersifat diskriminatif atau memecah belah.

Pencantuman atau penandaan akun resmi Lenterahati dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Sementara itu, informasi yang bersifat sensitif perlu dikoordinasikan terlebih dahulu dengan admin grup agar proses publikasi berlangsung secara tepat dan bertanggung jawab.

Dengan prinsip tersebut, Media Lenterahati ingin membangun budaya bermedia yang tidak hanya produktif dalam menghasilkan konten, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kebenaran, adab, dan kemanfaatan.

Hari Santri, Momentum Menyalakan Cahaya Ilmu dan Akhlak

Semangat kolaborasi Media Lenterahati juga sejalan dengan pesan Hari Santri Nasional 2026. Hari Santri bukan semata-mata peringatan bagi mereka yang tinggal dan belajar di pesantren, melainkan momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali meneguhkan pentingnya ilmu, iman, akhlak, dan persaudaraan dalam membangun peradaban.

Bagi Lenterahati, pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk hati yang lembut, karakter yang kuat, dan akhlak yang mulia.

Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang kelas atau lingkungan pesantren, tetapi turut hadir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui informasi yang dibagikan di ruang digital.

Melalui Media Lenterahati, semangat Hari Santri diterjemahkan menjadi gerakan nyata untuk belajar bersama, mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menyebarkan pesan-pesan kebaikan yang dapat menginspirasi masyarakat.

Dengan semangat “Bersama Menyebarkan Kebaikan, Menginspirasi Masyarakat”, Media Lenterahati mengajak seluruh anggota untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menghadirkan informasi yang mencerahkan.

Dari Lenterahati, cahaya ilmu terus dinyalakan, iman diperkuat, dan kemuliaan akhlak ditebarkan demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik.

Selamat Hari Santri Nasional 2026!

Pewarta: Ramli Jamak