Lombok Timur, (postkotantb.com) – Untuk menghasilkan kesepahaman antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam penguatan pelaksanaan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Sosial menggelar Workshop Penguatan PPSE pada Kamis (02/10) di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur.

Dalam arahannya, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin yang akrab disapa H Iron menyampaikan angka kemiskinan ekstrem di Lombok Timur tercatat sekitar 15.834 KK. Hal ini tentu menjadi prioritas yang menuntut pendekatan berbeda dari penanganan kemiskinan pada umumnya.


Menurut Bupati, pendekatan graduasi melalui paket intervensi yang berurutan dan saling menguatkan mutlak diperlukan. Di antaranya dukungan konsumsi jangka pendek, pemberian aset produktif, pelatihan keterampilan dan literasi keuangan, pendampingan intensif secara berkala, serta akses terhadap layanan dasar dan keuangan inklusif.

Pendekatan yang telah dikembangkan dan diuji oleh BRAC International (NGO) sejak awal tahun 2000-an dan telah direplikasi di berbagai negara dengan bukti dampak yang konsisten akan menjadi kerangka penguatan PPSE di Lombok Timur.

"Atas nama Pemerintah Lombok Timur, saya berterima kasih kepada Dinas Sosial dan BRAC atas tujuan mulia mewujudkan kesejahteraan masyarakat Lombok Timur," ungkapnya.

Bupati juga menilai pendataan Perlinsos yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu berdampak signifikan. Perlinsos menjadi langkah yang sangat baik, transparan, dan nyata dalam melihat desil secara riil.


"Jika terjadi ketidaksesuaian desil bisa dilakukan langkah sanggah untuk memperbaiki, sehingga bantuan dapat diberikan dengan tepat sasaran. Apa yang menjadi harapan dan niat baik kita untuk membantu masyarakat sesuai klaster-klasternya, dengan adanya data yang akurat, sehingga kita bisa memberikan bantuan secara tepat," tegasnya.

PPSE ini diharapkan menyentuh masyarakat miskin ekstrem. Bantuan senilai Rp 5 juta per KK ini direncanakan akan diberikan secara bertahap kepada 10.000 KK per tahun.

Pewarta: Multasri