Mataram, (postkotantb.com) – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sinta M. Iqbal atau Bunda Sinta, memperkuat kemitraan dengan UNIQLO Indonesia untuk mendorong UMKM lokal berkembang lebih kompetitif, memperluas akses pemasaran, dan membuka peluang menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan UNIQLO Neighborhood Collaboration: Panduan Esensial Membangun Bisnis, dari Ide hingga Pelanggan yang berlangsung di Prime Park Hotel, Mataram, Kamis (05/11/2026). Sebanyak 30 pelaku UMKM NTB mengikuti pelatihan mengenai pengembangan usaha, literasi keuangan, strategi pemasaran, dan penguatan kapasitas bisnis.
Bunda Sinta mengapresiasi UNIQLO Indonesia atas komitmen dan kepercayaan dalam membangun kolaborasi bersama Dekranasda NTB. Menurutnya, kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem UMKM, sekaligus membuka ruang bagi produk lokal agar berkembang melalui dukungan pengetahuan, pendampingan, dan akses promosi.
Ia menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Pelaku usaha harus terus belajar, berinovasi, dan terbuka terhadap evaluasi agar mampu memahami kebutuhan konsumen serta meningkatkan kualitas produknya.
“UMKM perlu mendapatkan pencerahan dan pembelajaran secara berkelanjutan. Jangan sampai kita merasa sudah cukup baik dengan apa yang dimiliki, padahal masih banyak yang perlu dipelajari dan dikembangkan. Kita harus terbuka terhadap masukan agar produk semakin berkualitas dan memiliki daya saing,” ujar Bunda Sinta.
Bunda Sinta juga menyoroti pentingnya kesiapan pelaku UMKM dalam menghadapi transformasi digital. Menurutnya, pemasaran melalui media sosial harus diimbangi dengan pengelolaan usaha dan pelayanan konsumen yang responsif. Kecepatan merespons calon pembeli menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan sekaligus menjaga peluang pasar.
“Kalau kita ingin masuk ke dunia digital, kita harus benar-benar siap. Jangan sampai produk sudah dipromosikan, tetapi ketika konsumen menghubungi, tidak segera direspons. Peluang pasar bisa hilang hanya karena pelayanan yang tidak optimal,” tegasnya.
Selain kualitas produk dan pelayanan, Bunda Sinta mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan (trust) dalam membangun kemitraan bisnis. Menurutnya, reputasi merupakan modal utama UMKM untuk menjalin hubungan berkelanjutan dengan konsumen maupun mitra usaha.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada 30 peserta, tetapi menjadi sarana berbagi pengetahuan yang dapat diteruskan kepada pelaku UMKM lainnya di NTB, sehingga manfaat pemberdayaan semakin luas.
Sementara itu, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranasda NTB, Lale Yaqutunnafis, yang juga Anggota Komisi II DPRD Provinsi NTB, menekankan pentingnya penguatan kualitas, inovasi desain, identitas produk, serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam pengembangan UMKM.
Menurut Lale, produk lokal memiliki nilai kreativitas, budaya, filosofi, dan kearifan lokal yang perlu dilindungi sekaligus dikembangkan sebagai keunggulan kompetitif. Ia juga menekankan pentingnya kurasi produk agar kualitas, desain, dan karakter produk mampu memenuhi kebutuhan serta ekspektasi pasar.
“Jangan hanya berfokus pada produksi. Kualitas, desain, identitas, dan kebutuhan konsumen harus menjadi perhatian agar produk kita memiliki nilai tambah dan mampu bersaing,” ujarnya.
Perwakilan UNIQLO Indonesia, Rika, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan UMKM melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung dalam pengelolaan usaha.
Sejak 2022, UNIQLO Indonesia telah menjalankan program Neighborhood Collaboration bersama Pemerintah Provinsi NTB melalui dukungan promosi gratis bagi UMKM lokal dengan menghadirkan pojok UMKM di toko UNIQLO yang menampilkan produk-produk dari lingkungan sekitar toko.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha masing-masing agar semakin maju dan berdaya saing,” ungkap Rika.
Kolaborasi Dekranasda NTB, Pemerintah Provinsi NTB, dan UNIQLO Indonesia diharapkan terus berkembang melalui pelatihan, pendampingan, kurasi produk, serta perluasan akses pemasaran. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat UMKM NTB agar semakin mandiri, inovatif, dan kompetitif, sekaligus mengangkat kreativitas serta potensi lokal menuju pasar nasional hingga global.(Red)





0Komentar