Lombok Timur, (postkotantb.com) – Peningkatan kesejahteraan nelayan merupakan tanggung jawab bersama. Indonesia dianugerahi potensi kelautan yang sangat melimpah, di mana masih banyak spesies laut yang belum teridentifikasi. Karena itu, pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan harus dilakukan secara bijak dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Perikanan Tangkap Ridwan Mulyana saat membacakan sambutan Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kegiatan Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan, Rabu (4/11).


Dijelaskan pula enam Program Kerja Prioritas Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dirancang untuk mendukung kedaulatan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan menggerakkan Ekonomi Biru yang berkelanjutan.

Program tersebut adalah Modernisasi Kapal Ikan, Pengembangan dan Penataan Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Modeling dan Replikasi Tambak Udang Terintegrasi, Budi Daya Ikan Darat Tematik, Revitalisasi Tambak Pantura, dan Pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional.


"Khusus untuk program KNMP, pembangunan fasilitas tidak hanya berfokus pada fisik semata, melainkan dirancang sebagai penggerak roda perekonomian pesisir serta menjamin keberlanjutan usaha masyarakat," ujar Ridwan.

Pada 2026, ditargetkan 100 lokasi KNMP beroperasi di seluruh Indonesia, di mana 6 lokasi di antaranya dibangun di NTB, termasuk di Ekas Buana.

Menurutnya, kehadiran KNMP terbukti mendorong peningkatan pendapatan nelayan serta menunjukkan tren perkembangan yang semakin positif.


Meski demikian, KKP mencatat beberapa tantangan di lapangan, salah satunya ketersediaan lahan. Guna mengantisipasi kendala tersebut, KKP berkomitmen melakukan perencanaan yang lebih cermat mulai tahap awal pada 2027 mendatang, sehingga setiap lokasi KNMP dipersiapkan secara matang dan sesuai kebutuhan riil nelayan setempat.

Pewarta: Multasri