Laporan Ramli Jamak Wartawan postkotantb.com Lombok Barat


Lombok Barat, (postkotantb.com) – Persaingan seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat masa bakti 2026–2031 semakin menarik. Salah satu kandidat yang berhasil menembus 10 besar adalah H. Lalu Pattimura Farhan, sosok yang memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan zakat serta rekam jejak di tingkat Provinsi NTB hingga nasional.

Berdasarkan Berita Acara Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan BAZNAS Kabupaten Lombok Barat tertanggal 2 November 2026, H. Lalu Pattimura Farhan dinyatakan Lulus tes tertulis uji kompetensi dan tes wawancara bersama sembilan peserta lainnya.

Penetapan tersebut dilakukan melalui rapat Pansel yang berlangsung di ruang kerja Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat. Rapat dihadiri Ketua dan anggota Pansel setelah melalui proses pembahasan hasil seleksi.

Dalam dokumen resmi tersebut, terdapat 10 nama peserta yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti proses seleksi selanjutnya sesuai jadwal serta tahapan yang telah ditetapkan panitia.

Kesepuluh peserta tersebut, yakni:

1. Ahmadi Maya Imran, M.Pd.
2. Busyari Makmun.
3. Drs. H. Nasrullah, M.Pd.
4. H. Moh. Surur Ibrahim, Lc., M.Ag.
5. H. Lalu Pattimura Farhan.
6. Jumain Azizi.
7. Muhammad Fawwaz.
8. Muzafar Sahidu, M.E.
9. Sahmad, S.E.
10. Wildan Halid.

Pansel juga menegaskan nomor urut dalam daftar tersebut disusun berdasarkan abjad nama peserta, bukan berdasarkan peringkat atau perolehan nilai hasil seleksi.

Siap Mengemban Amanah, Bermodalkan Pengalaman BAZNAS NTB

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp postkotantb.com, Kamis (5/11/2026), H. Lalu Pattimura Farhan menyampaikan kesiapannya untuk mengemban amanah dan mengabdikan diri melalui lembaga BAZNAS Kabupaten Lombok Barat.

Ia mengaku, keikutsertaannya dalam seleksi calon pimpinan BAZNAS bukan semata-mata untuk menduduki jabatan, melainkan sebagai bentuk komitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat pengelolaan zakat agar semakin profesional, transparan, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Berbekal pengalaman sebagai Wakil Ketua BAZNAS Provinsi NTB, dirinya mengaku memiliki pemahaman dan pengalaman dalam pengelolaan zakat, khususnya pada aspek penghimpunan, penguatan kelembagaan, serta optimalisasi potensi zakat, infak, dan sedekah.

Memiliki Rekam Jejak dan Prestasi Tingkat Nasional

Dalam perjalanan pengabdiannya di dunia perzakatan, H. Lalu Pattimura Farhan memiliki sejumlah catatan kontribusi dan prestasi yang menjadi modal dalam mengikuti seleksi pimpinan BAZNAS Lombok Barat.

Beberapa di antaranya:

1. Menjadi inisiator Peraturan Daerah (Perda) inisiatif tentang zakat di Provinsi NTB periode 2014–2019.
2. Meraih penghargaan bidang pengumpulan zakat terbaik tingkat nasional selama dua kali berturut-turut.
3. Meraih penghargaan pengumpulan infak Solidaritas Palestina terbaik tingkat nasional.
4. Memiliki sertifikasi profesi sebagai amil zakat.

Selain itu, ia juga pernah memperoleh sertifikat penghargaan Amil Nasional dari BAZNAS pada tahun 2023.

Rekam jejak tersebut menjadi salah satu bekal untuk mendorong penguatan kelembagaan BAZNAS Lombok Barat, terutama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat, memperluas penghimpunan zakat, serta mengoptimalkan dana umat untuk kesejahteraan masyarakat.

Tawarkan Strategi From Charity to Empowerment


Jika diberikan amanah memimpin BAZNAS Lombok Barat, H. Lalu Pattimura Farhan menawarkan strategi pengelolaan zakat yang lebih progresif melalui konsep _From Charity to Empowerment_, yakni transformasi dari pola bantuan yang bersifat karitatif menuju pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, pengelolaan zakat tidak cukup hanya berorientasi pada penyaluran bantuan konsumtif atau kegiatan berbagi semata. Lebih dari itu, zakat harus mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, dana zakat diharapkan dapat diarahkan pada program-program produktif, seperti pengembangan usaha mikro, penguatan modal usaha, peningkatan keterampilan, serta pendampingan ekonomi bagi para mustahik.

Dengan demikian, penerima manfaat zakat tidak hanya memperoleh bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga memiliki kesempatan untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.

Bahkan, dalam jangka panjang, pemberdayaan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan posisi mustahik menjadi muzaki, yakni masyarakat yang semula menerima zakat kemudian memiliki kemampuan untuk menunaikan zakat.

Baginya, BAZNAS harus hadir bukan hanya sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana umat, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi masyarakat.

Menanti Tahapan Seleksi Selanjutnya

Masuknya H. Lalu Pattimura Farhan bersama sembilan peserta lainnya dalam 10 besar menjadi bagian penting dari proses penjaringan calon pimpinan BAZNAS Lombok Barat masa bakti 2026–2031.

Dengan pengalaman di tingkat provinsi, sejumlah prestasi nasional, serta gagasan transformasi pengelolaan zakat berbasis pemberdayaan ekonomi, ia membawa tawaran tersendiri dalam kontestasi seleksi tersebut.

Kini, proses seleksi akan berlanjut sesuai tahapan yang ditetapkan Pansel. Publik pun menaruh harapan agar kepemimpinan BAZNAS Lombok Barat ke depan mampu menghadirkan tata kelola zakat yang amanah, profesional, transparan, serta semakin berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebab, potensi zakat bukan sekadar tentang seberapa besar dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga seberapa besar manfaat yang mampu dirasakan masyarakat dari pengelolaan dana umat tersebut.