Lombok Tengah, (postkotantb.com) – Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia dalam menggelar ajang balap motor dunia. Lebih dari itu, kawasan Mandalika kini didorong menjadi pusat pembinaan talenta otomotif nasional untuk melahirkan pembalap-pembalap Indonesia yang mampu bersaing di level internasional.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026, yang menjadi salah satu langkah strategis membangun ekosistem motorsport Indonesia secara berkelanjutan.
Hal itu mengemuka dalam konferensi pers Pertamina Mandalika Racing Series 2026 di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (7/11/2026).
Konferensi pers tersebut dihadiri VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron, Chief Information Officer (CIO) Trek Motorsport Edi Saputra, Direktur Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Doni Muharjono, serta Plt Deputi Bidang Pengembangan Events Kementerian Pariwisata Hafiz Agung Rifai.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa kehadiran Pertamina di dunia motorsport tidak semata-mata untuk membangun citra perusahaan. Pertamina ingin mengambil bagian nyata dalam pengembangan olahraga otomotif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Baron, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan baru dalam dunia balap motor. Dengan jumlah pengguna sepeda motor lebih dari 100 juta orang serta keberadaan Sirkuit Internasional Mandalika, Indonesia memiliki modal besar untuk mengembangkan industri motorsport.
"Pertamina tidak ingin hanya hadir untuk kepentingan branding. Kami ingin membuktikan bahwa Pertamina menjadi sahabat sejati masyarakat, khususnya para pencinta dunia otomotif. Apa yang kami lakukan harus memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia," ujar Baron.
Ia menilai, mencetak pembalap yang mampu menembus kompetisi sekelas MotoGP membutuhkan proses panjang dan pembinaan berjenjang. Karena itu, kompetisi nasional seperti Pertamina Mandalika Racing Series memiliki peran penting sebagai ruang bagi pembalap muda untuk mengembangkan kemampuan, mengasah mental bertanding, dan mendapatkan pengalaman kompetisi.
Mandalika Bukan Sekadar Tempat Balapan
Sementara itu, Direktur Operasional MGPA Doni Muharjono menilai Pertamina Mandalika Racing Series menjadi bagian penting dari upaya membangun kualitas olahraga otomotif nasional.
Menurutnya, keberhasilan melahirkan pembalap profesional tidak cukup hanya dengan menghadirkan kompetisi. Dibutuhkan ekosistem pembinaan yang melibatkan pembalap, tim, tenaga teknis, hingga dukungan fasilitas yang memadai.
Mandalika, kata Doni, memiliki infrastruktur yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan balap motor berstandar internasional. Mulai dari fasilitas lintasan, perangkat elektronik, hingga sumber daya manusia dan tenaga teknis yang memiliki kompetensi di bidang motorsport.
"Kegiatan ini bukan hanya tentang balapan sebagaimana yang kita lihat di lintasan, tetapi juga menjadi momentum pembinaan bagi pembalap, tim, dan seluruh pelaku olahraga otomotif. Mereka perlu mendapatkan edukasi tentang bagaimana menjadi pembalap profesional," jelasnya.
Ia berharap, melalui kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan, pembalap Indonesia memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kemampuan dan melangkah ke jenjang kejuaraan yang lebih tinggi, termasuk kompetisi tingkat Asia dan internasional.
Balapan Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata NTB
Tidak hanya dari sisi olahraga, Pertamina Mandalika Racing Series juga dinilai memiliki dampak strategis terhadap pengembangan pariwisata dan perekonomian daerah.
Plt Deputi Bidang Pengembangan Events Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, mengatakan penyelenggaraan event motorsport di Mandalika mampu menghadirkan efek berganda atau multiplier effect bagi masyarakat.
Kehadiran pembalap, tim, keluarga, komunitas otomotif, serta wisatawan dari berbagai daerah berpotensi menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari perhotelan, restoran, UMKM hingga jasa pariwisata.
"Ini memberikan multiplier effect yang luar biasa. Hotel-hotel di sekitar kawasan, UMKM, dan restoran dapat merasakan manfaat dari kehadiran pengunjung yang datang untuk menyaksikan kegiatan tersebut," ungkap Hafiz.
Ia menjelaskan, Mandalika merupakan salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas nasional yang terus dikembangkan sebagai kawasan wisata berkelas internasional.
Karena itu, Mandalika membutuhkan kalender event yang beragam sepanjang tahun. Pengembangan kawasan tidak boleh hanya bertumpu pada satu agenda besar seperti MotoGP, tetapi juga harus didukung berbagai kegiatan olahraga dan hiburan lainnya, termasuk kejuaraan balap motor nasional.
Dengan semakin banyaknya event yang digelar, peluang peningkatan kunjungan wisatawan ke Lombok dan NTB semakin terbuka. Dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh industri pariwisata, tetapi juga pelaku UMKM dan masyarakat sekitar kawasan.
Membangun Ekosistem Motorsport dari Mandalika
Penyelenggaraan Pertamina Mandalika Racing Series 2026 menjadi gambaran bahwa pengembangan olahraga otomotif membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Pertamina, MGPA, Trek Motorsport, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam membangun sistem pembinaan yang tidak berhenti pada penyelenggaraan perlombaan.
Ke depan, Mandalika diharapkan tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah berbagai kejuaraan balap internasional, tetapi juga menjadi tempat lahirnya talenta-talenta muda Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.
Di saat bersamaan, geliat motorsport di Mandalika diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi Nusa Tenggara Barat melalui peningkatan kunjungan wisatawan, terbukanya peluang usaha, serta penciptaan lapangan kerja.
Dengan demikian, Pertamina Mandalika Racing Series bukan sekadar kompetisi di atas lintasan, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk masa depan olahraga otomotif, pariwisata, dan perekonomian Indonesia. (Ramli Jamak)



0Komentar