Friday, October 6, 2017

Dinsos Lobar Serahkan Bantuan Korban Gunung Agung

Giri Menang, (Post Kota NTB)- Sejumlah warga sekitar Gunung Agung yang mengungsi di Kabupaten Lombok Barat siang tadi (6/10) menerima bantuan. Bantuan seperti beras, mie instan dan bahan logistic lainnya serta sejumlah pakaian, matras dan selimut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Lombok Barat, Hj. Ambaryati bersama jajaran.

“Kita baru terima surat kemarin langsung kita siapkan. Bantuan kita serahkan ke 37 orang pengungsi. Masing-masing ada di Kecamatan Gerung, ada di Dusun Perigi Desa Gerung Selatan, Desa Tempos dan Desa Reyan.  Ada juga di Narmada,” jelasnya.

Meningkatnya status Gunung Agung Bali menjadi level IV atau awas oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) semenjak tanggal 22 September lalu, membuat sejumlah warga Kabupaten Karang Asem Bali memilih mengungsi ke Kecamatan Gerung di Kabupaten Lombok Barat.

Para pengungsi yang sebagian besar muslim ini lebih memilih mengungsi ditempat sanak familinya  ketimbang harus  berada di tempat pengungsian yang telah disediakan Pemerintah Provinsi Bali.

Sahabuddin, salah seorang pengungsi mengaku sudah 12 hari dirinya berada di Lombok, tepatnya di Lingkungan Perigi Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung.  “Meski harus tidur berdesakan dengan 15 orang lainnya dengan bekal  seadanya  kami merasa nyaman,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan awalnya dirinya  ditempatkan di pengungsian di Buitan Karang Asem. Namun karena merasa takut akhitnya ia putuskan mengungsi ke Lombok.

Gunung Agung sendiri merupakan Gunung tertinggi yang berada di Kecamatan Rendang  Kabupaten Karang Asem. Dari 78 desa yang ada di Kabupaten Karang Asem terdapat 28 desa yang  berdampak langsung jika terjadi letusan.

"Kami tinggal di Desa Bunganya Kagin, salah satu desa yang berdampak langsung. Saya mengungsi bersama suami dan kedua anak saya. Suami saya saat ini sedang berada di Bali untuk melihat kondisi dan situasi di sana. Kedua anak saya masih bersekolah, terpaksa saya titipkan sekolahnya di TK dan SD yang ada disini," terang Nuryana salah seorang pengungsi. (budi/humas)

No comments:

Post a Comment