Tuesday, October 31, 2017

Kejora Paramitha, Peduli Terhadap Kaum Lemah


seputarlombok.com | Dompu - Selain Bripka Sofian Hidayat (Kanit V POA Sat Intelkam Polres Dompu), dikenal pula sebagai sosok peduli terhadap kaum lemah adalah sosok yang satu ini. Ia biasa dipanggil Bije oleh kawan-kawannya. 

Tetapi populer juga dengan sapaan Kejora Paramitha. Aktivitasnya sebagai relawan di LSM Gerilya membuatnya sering naik turun gunung dan masuk ke hutan-hutan lindung maupun di kawasan konservasi bersama dengan rekan-rekannya. Hal itu dilakukan untuk memantau kondisi hutan, melakukan penanaman dan kegiatan-kegiatan lainnya juga dengan masyarakat sekitar wilayah hutan.

Ia juga sebagai relawan Peace N Love yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan.
Dari kegiatan membaur dengan masyarakat tersebut, dirinya selalu mengetahui dan mendapatkan informasi tentang keberadaan kaum lemah yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Ada yang lemah dari sisi ekonomi dengan jumlah anggota keluarga yang banyak tetapi tinggal di sebuah gubug tak layak huni. Ada juga yang di samping berekonomi lemah juga menderita sakit berat dalam waktu lama yang sulit disembuhkan. Boleh jadi awal-awalnya hanya sakit ringan, tetapi karena tak mampu membiayai pengobatan akhirnya penyakitnya bertambah parah. Ada lagi yang dijumpainya seseorang yang dalam kondisi cacat secara fisik dan hidup dalam serba keterbatasan. 

Didatanginya orang-orang lemah semacam itu bersama dengan rekan-rekannya. Meskipun jauh di kecamatan Pekat, di Kilo bahkan di Bima akan didatanginya. Bantuan alakadar berupa uang, beras atau selimut dibawakan untuk mereka. Selain itu juga turut mendoakan dan membesarkan hati mereka.

"Saya ini orang miskin dan sudah biasa hidup miskin. Cukuplah saya yang merasakannya. Saya tidak tahan melihat orang yang hidup dalam kondisi yang semacam itu. Hati saya  tersentuh," kata tokoh yang dikenal galak berbicara apa adanya tanpa tedeng aling-aling tapi berhati lembut ini.

Melalui Gerilya dan Peace N Love ini, dirinya bersama para rekan seperjuangannya telah menyaksikan langsung masih banyak kaum lemah yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Mereka membutuhkan uluran tangan untuk bangkit dari kondisi tersebut. Mereka juga butuh dorongan semangat agar bangkit melawan kemiskinan dan keterpurukan. 

"Mereka sangat senang ketika didatangi dengan memberi bantuan sekedarnya. Bagi mereka bantuan itu amat berharga," ujarnya.

Bantuan-bantuan itu,  diperolehnya dari donatur yang siap mendermakan hartanya setiap bulan guna menolong kaum lemah.

Disebutnya donatur tetap baru ada 2 orang tetapi identitas kedua hamba Allah itu dirahasiakan. Ia berandai-andai umpama ada 10 atau 20 donatur tetap setiap bulan yang mau menyisihkan hartanya, akan ada banyak dhu'afa  yang merasa diperhatikan oleh para agniya (orang kaya).(jal) 

No comments:

Post a Comment