Thursday, October 19, 2017

Menteri Agama Minta Pembahasan Mendalam Masalah Kafir, Fatwa Dan Dakwah Dalam Konferensi Alumni Internasional Al-Azhar



Mataram (postkotantb.com)- Menteri Agama Lukmanul Hakim memberikan apresiasi besar kepada peserta konferensi alumni Al-Azhar yang mengangkat tiga isu besar yang melanda Indonesia dewasa ini. Dalam pandangannya, Al-Azhar dikenal sebagai lembaga pendidikan yang moderat dengan mengajarkan empat mazhab menunjukkan betapa luasnya wawasan yang dimiliki Al-Azhar yang diajarkan kepada seluruh pelajar mahasiswanya. Menurutnya, tiga isu besar yang dikupas dalam konferensi internasional di Lombok  NTB  ini, yakni : kufur/kafir, fatwa dan dakwah, menunjukkan  alumni-alumni Al Azhar sangat arif dan bijaksana. 

Ia menegaskan  konsepsi tentang apa itu kufur sebagai sesuatu yang belakangan ini menjadi isu yang cukup marak terjadi harus di bahas dengan seksama. "karena hanya persoalan yang sifatnya tidak pokok membuat sebagian kita saling mengkafirkan satu sama maka dalam konteks kekinian kita perlu memahami apa sesungguhnya definisi dan konsepsi dari kufur itu." jelasnya.

Demikian pula pandangannya tentang fatwa. Ia  menilai sangat relevan dan kontekstual untuk dibahas, terlebih di era teknologi komunikasi saat ini dimana nyaris tiada henti menerima pandangan agama bahkan fatwa-fatwa dari pihak yang tidak cukup memiliki otoritas untuk mengeluarkannya. 

Selanjutnya tentang definisi dan konsepsi  dakwah. Menteri agama menegaskan bahwa dakwah yang mengajak, mengayomi bukan dakwah yang saling menafikkan antara satu dengan yang lain. 

"Pemerintah, umat islam Indonesia dan warga dunia sangat menunggu tiga isu yang akan dirumuskan dalam konferensi internasional. “Saya yakin hasilnya tentu akan menjadi sumbangsih, menjadi kontribusi yang sangat bermakna dalam kita menjaga, memelihara dan merawat peradaban dunia ini akan semakin baik dimasa-masa mendatang”, pungkasnya. 

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi dalam sambutannya mengatakan bahwa moderatisasi bukan hanya bagian dari agama islam akan tetapi pusat untuk dakwah dalam agama islam. “Mari kita menjaga, memuliakan, meyakini dan mensyukuri moderatisasi ini”, ajaknya.(RZ)

No comments:

Post a Comment