Monday, October 9, 2017

Mi6 : Berikan Ruang Bagi Kaum Muda dan Perempuan di Pentas Politik




Mataram (postkotantb.com)- Forum diskusi kamisan Mi6 memandang bahwa Pemilu Kada 2018 harus memberikan ruang partisipasi  politik kepada kaum muda dan perempuan agar berperan secara aktif dalam konstestasi politik ini.

Keterlibatan kaum muda dan Perempuan merupakan energi perubahan dalam menentukan pilihan rekruitmen kepemimpinan di daerah agar lebih baik dimata massa rakyat.

Demikian dikatakan Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH dan Sekretaris Mi6 , Lalu Athari Fadullah, SE dalam siaran pers yang dikirim ke media, minggu , 8/10/2017.

Selanjutnya Mi6 mengimbau agar kalangan tua, pelingsir/ tokoh  masyarakat NTB, tokoh Partai Politik NTB memberikan kepercayaan, ruang dan jalan bagi kaum muda NTB untuk mengakselerasi dan mendinamisasi proses politik yang sedang berlangsung menuju Pilkada serentak 2018 dan Pilpres 2019." Berikan tanggungjawab dan kepercayaan kepada orang muda dalam mendesign proses politik yg sedang berlangsung ini," ujar direktur Mi6 sembari mengatakan kalangan muda harus dipaksa untuk berbuat lebih baik dalam menentukan pemimpin daerahnya.

Momentum pilkada ini, kata Didu sapaan akrab Bambang Mei, merupakan test case untuk membentuk karakter kepemimpinan kaum muda saat diberi kepercayaan mengelola dinamika politik di daerah ini." Saat ini telah muncul figur figur muda potensial di NTB yang memiliki masa depan politik yg baik yg tersebar diberbagai profesi dan partai,". Paparnya.
Sementara Sekjen Mi6 Lalu Athari Fadlulah mengatakan potensi SDM yg dimiliki NTB yang bisa dijadikan asset dalam memajukan pembangunan daerah.

Dalam konstestasi Pilkada serentak NTB , lanjut Athar panggilan akrabnya mengatakan perpaduan komposisi pasangan tua muda yang telah di publikasi." Ini tradisi politik yang baik supaya tidak ada dikotomi antara tua dan muda," ungkap nya.

Didu menambahkan saat ini adalah masa transisi kepemimpinan antara golongan tua dan muda. Keterlibatan orang orang tua dalam proses politik di NTB hendaknya hanya katalisator dan  sebagai dinamisator politik yang baik. " tut wuri handayani saja, kalau ada anak muda yg tidak taat fatsun, baru disemprit dan diarahkan ke jalur yg benar," kata Didu .

Didu menyakini dengan makin masivnya keterlibatan kaum muda dari beragam strata sosial dan afiliasi politik yg berbeda akan memperkuat identitas ke NTB an yang plural, setara dan anti diskriminasi." Bagaimanapun juga kaum muda memiliki energi,  pandangan dan pikiran yang lebih maju dan tidak ingin melihat status quo yang membosankan itu," pungkasnya.(RZ)

No comments:

Post a Comment