![]() |
| Pembangunan Gedung Serbaguna Di Desa Marente Mangkrak |
Sumbawa Besar (postkotantb.com)– Ketua Remaja
Desa Marente Atas menyoroti
pembangunan gedung serba guna yang terletak di Lapangan sepak bola Desa Marente
Bawah, Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa Besar, pasalnya, Gedung Serba Guna
tersebut pembangunannya mangkrak.
Ketua Remaja Desa Marente Kecamatan
Alas Sahiran mempertanyakan sumber dana untuk pembangunan Gedung Serba Guna
tersebut. Selain itu ia juga mempertanyakan besaran anggaran serta transparansi
pengerjaan yang jumlahnya di duga ratusan juta ini. Menurutnya pengerjaan
proyek tersebut banyak keganjalan. Semestinya proyek tersebut sudah selesai per
31 Desember 2016 lalu.
Namun sampai saat ini pengerjaan
Gedung Serba Guna tersebut molor sampai saat ini. Wargapun ucap Sahiran
kebingungan dengan proyek yang tak kunjung selesai tersebut, karena mereka
merasa tidak kendala saat pelaksanaan proyek ini.
“Setelah kami dengan imformasi bahwa
jumlah dana yang digunakan untuk pembangunan Gedung tersebut sebesar kurang
lebih Rp 200 juta,yang dialokasi dari dana asfirasi salah satu Anggota DPRD
Sumbawa Besar pada tahun 2016 lalu, pembangunan Gedung Serba Guna dengan
anggaran cukup besar itu, malah mangkrak dan berhenti di tengah jalan,” ujar
Sahiran.
Ia mencurigai adanya permainan yang
menyebabkan mangkraknya pembangunan Gedung Serba Guna tersebut. “Informasi lain yang kami terima bahwa
mangkraknya pembangunan Gedung Serba Guna itu diduga Kepala Desa Marente bermasalah
dengan tukang yang mengerjakan proyek tersebut,” papar Sahiran.
Ia juga menyayangkan sikap kepala
Desa dinilai tidak transparan kepada masyarakat. Ia mencontohkan pengerjaan
Gedung Serba Guna tersebut,masyarakat tidak mengetahui berapa jumlah anggaran
yang digunakan bahkan sumber dana darimana,masyarakat sampai saat ini tidak
tahu.
Menurut Sahiran,bahwa selama ini
ketika adanya pengerjaan proyek di
desa,selalu yang terlibat adalah orang terdekatnya dan tidak mau melibatkan
warga yang lain.
”Atas sikap kepala desa yang tebang
pilih itu kami selaku warga sangat kecewa,”tegasnya.
Sahiran berharap aparat penegak hukum
untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait mangkraknya
pembangunan Gedung Serba Guna Desa Marente itu. Pasalnya, pekerjaan tersebut
diduga sarat Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).
“Saya sangat berharap kepada para
penegak hukum untuk melakukan pengusutan atas dugaan tersebut,” tandasnya.
Di tempat terpisah Kepala Desa
Marente melalui Bendahara Desa , Kemad saat ditemui membenarkan proyek
pembangunan Gedung Serba Guna tersebut awal pengerjaannya pada bulan Juli 2016,
berasal dari dana aspirasi salah satu anggota Dewan Sumbawa Besar.
Ia juga membenarkan bahwa proyek itu
seharusnya selesai pada tanggal 31 Desember yang lalu.Namun karena terkendala
dengan kepala tukang yang selalu tidak ada dilokasi sehingga proyek tersebut
molor sampai saat ini,katanya.
Kemad juga mengatakan bahwa
pengerjaan proyek Gedung Serba Guna tersebut tetap dilakukan cuman terkendala
dengan tukang yang selalu berganti sehingga pembangunan
Gedung Serba Guna tersebut menjadi molor
sampai saat ini,katanya.
“Kemad mengatakan bahwa pembangunan
Gedung Serba Guna tersebut sampai saat
ini tetap berjalan,”katanya.(indrawan)


Sebaiknya harus diusut dengan cepat agar terungkap apa permasalahannya, kita juga harus melihat track record kontraktor bangunan agar tidak terjadi pembangunan yang mangkrak seperti ini.
BalasHapus