Ir Anas Amrullah Ketua
Panitia Musda
Mataram (postkotantb.com)- Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda)
Real Estate Indonesia (REI) ke IV wilayah Nusa Tenggara Barat akan berlangsung
pada tanggal 14 Februari nanti. Sejumlah harapan di sematkan kepada calon ketua
organisasi pengusaha properti ini. Tidak terkecuali beberapa mantan ketua dan
anggota REI NTB juga menggantungkan harapan agar ketua terpilih nanti mampu
memberikan warna tersendiri khususnya menjembatani kepentingan anggota dengan
Pemerintah atau pemangku kebijakan.
Mantan ketua REI NTB dua periode Miftahudin Mahruf saat di
wawancara via telpon , Rabu 7/2/2018 menyatakan REI merupakan organisasi yang
memiliki keterikatan dengan pemerintah. Sebagai organisasi mitra pemerintah
sosok ketua REI harus mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk membawa
organisasi menuju arah yang lebih baik.
"Kriteria calon ketua harus sanggup berkorban bagi
organisasi yang di butuhkan, asosiasi ini harus di rasakan manfaatnya oleh
anggota, intinya calon ketua harus mau dan mampu berkorban baik moril dan
materil," paparnya.
Hal senada juga di sampaikan oleh anggota REI NTB lainnya Anas
Amrullah. Menurut Anas kriteria calon ketua REI harus bisa menjadi katalisator
menjembatani kepentingan anggota dengan pemangku kebijakan. Lebih jauh Anas
mengatakan pengusaha properti saat ini masih terbentur dengan perizinan.
Sementara domain perizinan berada di kabupaten kota, dengan kehadiran ketua
yang mempunyai jaringan yang luas baik di pemerintah daerah dan pusat mampu
mengakomodir kebutuhan anggota asosiasi.
Menurut Anas kemitraan antara asosiasi dengan pemerintah sudah
terjalin dengan baik namun belum optimal. Pemerintah pusat yang masih
menjadikan program perumahan rakyat menjadi program unggulanpun masih menjadi
primadona bagi pengembang perumahan.
"perumahan masih menjadi primadona, terlebih program
pemerintah pusat pembangunan satu juta rumah sangat bagus, persoalannya
sekarang harus ada yang menjembatani kebutuhan pengusaha dengan persoalan
perizinan, disinilah perlunya kehadiran sosok ketua yang mampu menjembatani
kedua pihak," bebernya.
Anas menyatakan pada tahun 2018 ini program rumah subsidi masih
menjadi primadona usaha properti. Iklim usaha di sektor properti masih
menunjukan trend yang positif.
Sementara ketua panitia musda REI ke IV Heri Susanto menyatakan
kriteria utama yang di butuhkan oleh REI adalah pelaku usaha yang bergerak di
sektor pengembang. Mempunyai pengalaman luas di bisnis properti dan yang pasti
berkorban waktu untuk organisasi. Selain itu calon ketua REI harus mempunyai
jaringan yang luas dan hubungan yang baik dengan stake holder, baik perbankan,
dinas perizinan dan perpajakan.
Periode sebelumnya pencapaiannya luar biasa menurut Heri. Makin
banyaknya anggota yang masuk dalam wadah organisasi menunjukan kualitas
kepengurusan terdahulu yang sangat baik.
Musda REI NTB ini sendiri akan di gelar pada
tanggal 14 Februari nanti dengan agenda utama adalah memilih ketua yang baru.
Bisnis jasa properti di tahun 2018 ini juga di prediksi masih menunjukan iklim
yang positif. Jumlah pengembang di REI mencapai 50 perusahaan. Sementara pada
musda nanti 40 lebih anggota akan menyerahkan suara untuk memilih ketua DPD REI
NTB (Eka)


0Komentar