Ribuan masyarakat KLU unjukrasa tuntut dana rehab rumah bantuan gempa
Lombok Utara (postkotantb.com)- Ribuan masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Korban Gempa menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati KLU, Tanjung KLU, Rabu (26/9). Mereka mempertanyakan kejelasan bantuan untuk rehab rumah korban gempa yang sampai saat ini belum di realisasikan. 

Selain itu massa juga menolak distribusi dana bantuan rehab rumah bagi korban gempa tersebut harus melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas). Massa meminta agar birokrasi penyaluran dana bantuan rehab rumah agar di sederhanakan. 

Kordinator lapangan aksi Bimbo Asmuni dan Ismuningrat mengatakan birokrasi penyaluran korban gempa tersebut sangat berbelit belit. Merekapun menyatakan menolak di bentuknya pokmas serta Risha. 

"kami ingin dana bantuan rehab rumah sebesar 50, 25 dan 10 juta itu segera di realisasikan, jangan kami di buat susah lagi, cukup penderitaan kami, kami menolak di bentuknya pokmas kami ingin dana rehab tersebut segera di salurkan," ujar korlap dalam orasinya. 

Selain menuntut di percepatnya bantuan rehab rumah, massa juga menuntut pembangunan Huntara dan meminta aparat penegak hukum untuk mengaudit bantuan yang masuk ataupun yang keluar melalui pemerintah daerah. Selain itu massa juga meminta APH untuk mengaudit anggaran APBD KLU untuk korban gempa, dan mendata kembali jumlah korban serta fasilitas publik yang rusak akibat gempa. Jaminan hidup sebesar 10.000 per orang selama tiga bula juga masuk dalam tuntutan. 

Aksi demonstrasi ini di terima oleh Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar. Kepada massa Najmul berjanji akan mempercepat penyaluran bantuan rehab rumah bagi korban gempa. Najmul juga mengatakan pendataan bagi korban gempa akan di update begitu juga dengan fasilitas publik yang rusak akibat gempa.(RZ)