Monday, December 17, 2018

Baiq Diyah Kritisi Kondisi Sungai Di Kota Mataram, Dangkal Dan Banyak Sampah

Senator asal NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi menyusuri sungai Jangkuk bersama Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah
Mataram (postkotantb.com)- Rangkaian Hut NTB ke 60 pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tidak ada perayaan seremonial dan upacara bendera seperti biasanya. Pemprov NTB melakukan aksi bersih sungai sepanjang kali Jangkuk. Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Walikota Mataram, Anggota DPD RI Baiq Diyah Ratu Ganefi beserta pejabat teras Pemprov NTB terjun langsung membersihkan sungai Jangkuk. 

Senator RI asal NTB, Baiq Diyah Ratu Ganefi, mengapresiasi terobosan baru Pemprov NTB pada HUT NTB ke-60. Di mana dalam acara puncaknya, memfokuskan pada masalah lingkungan hidup. "Beda dengan tahun sebelumnya, gubernur kita ini luar biasa terobosannya," ungkapnya

Kegiatan bersih sungai ini di awali dengan menyusuri sungai dari Udayana hingga Ampenan. Sementara pegawai Pemkot dan Pemprov beserta masyarakat bahu membahu membersihkan sampah di sepanjang sungai tersebut. 

Kendati demikian Baiq Diyah mengkritisi kondisi sungai di Kota Mataram. Selain mengalami pendangkalan, banyak sampah dan kotoran hewan ternak di bantaran sungai. Baiq Diyah juga telah bersurat pada Balai Wilayah Sungai (BWS).

"Beberapa waktu yang lalu saya sudah bersurat pada BWS bahwa kita harus memperhatikan sampah-sampah yang ada di sungai. Tapi sampai saat ini penanganan sampah dan normalisasi sungai belum terealisasi," pungkasnya.

BDRG pun berharap kedepannya BWS maupun pihak terkait bisa melakukan pengerukan dan menormalisasi sungai yang melewati kawasan padat penduduk. "Mudah-mudahan ke depannya menuju NTB Gemilang kita bisa mengeruk sungai, membersihkan sampah dan tidak membiarkan hewan di bantaran sungai, karena kotorannya dibuang di sungai," harapnya.

Gubernur NTB, Zulkieflimasyah, dalam pidatonya, mengatakan telah meminta Kementerian Lingkungan Hidup untuk membantu menormalisasi sungai di Kota Mataram.

"Saya juga minta Kementerian Lingkungan Hidup untuk bantu sungai di Kota Mataram agar lebih indah dipandang," ujarnya.

Sementara Walikota Mataram, Ahyar Abduh, berharap pada 2019 mendatang, sungai di Mataram dapat dinormalisasi.

"2019 Sungai Jangkuk ini dinormalisasi. Kita bagikan tugas, saya di bagian atas, bapak (gubernur) di bagian bawah," ucapnya.

Dia juga menekankan Pemkot Mataram menghadapi isu lingkungan hidup, di mana masalah sampah menjadi problem yang perlu ditangani serius.(RZ) 

No comments:

Post a Comment