Lombok Utara (postkotantb.com)- Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (Lotara) menggelar Apel Rekonstruksi dan Rehabilitasi dalam rangka mempercepat pembangunan rumah tahan gempa untuk warga yang terkena dampak gempa, Senin (03/12/18).

Apel yang digelar di lapangan Tioq Tata Tunaq Tanjung, Lotara itu dihadiri Dansatgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi Nusa Tenggara Barat (NTB) Kolonel Inf H. Farid Makruf, MA., Sekda Lotara H. Suardi MH., Staf Satgas, Kapolres Lotara AKBP Herman Suyono, Pabung Lotara, para camat dan Danramil, dan para peserta apel yang terdiri dari Babinsa Koramil se Lotara, PUPR, BPKP, Aplikator dan Rekompak, Dishub KLU, Satpol PP dan Damkar, TRC dan BPBD.

Bupati Lotara H. Najmul Ahyar selaku pembina Apel Rekonstruksi dan Rehabilitasi dalam amanatnya menjelaskan tujuan apel rekonstruksi dan rehabilitasi. “Apel ini untuk membangun kesiap siagaan dalam rangka mempercepat pembangunan rumah hunian tetap bagi warga korban gempa di Kabupaen Lombok Utara,” jelasnya.
Dalam rapat yang lalu sambungnya, kita sudah berkomitmen untuk membentuk Posko di setiap desa yang akan diisi Babinsa, Babinkamtibmas dan PUPR atau Rekompak untuk mempermudah akses informasi oleh masyarakat.
Ditempat terpisah, usai menggelar rapat terbatas bersama Bupati KLU dan jajaran, PUPR, BPBD KLU, Dansatgas Rekonstruksi dan Rehabilitasi NTB Kol. Inf. H. Farid Makruf MA. menyampaikan beberapa hal yang menjadi keputusan rapat diantaranya, mulai besok Selasa (4/12/2018) dibentuk Posko disetiap desa untuk memberikan informasi dan memantau pembangunan setiap hari dan hari ini nama-namanya sudah masuk, Pokmas memulai pembangunan agar di dampingi oleh Stake Holder dan para pendamping memberikan solusi kepada Pokmas untuk pelaksanaan pembangunan.
“Bagi penyedia material dipermudah untuk ikut membantu membangun rumah Huntap melalui prosedur yang ada,” sebutnya.
Selain itu lanjut Farid yang juga menjabat sebagai Paban V/Bakti TNI ini, perlunya kekompakan antara semua instansi terkait, pendamping dan aplikator sehingga proses pembangunan rumah Huntap ini bisa berjalan sesuai harapan.

Dansatgas juga berharap agar Dinas Perhubungan KLU bisa mendukung kendaraan untuk pengangkutan panel rumah Risha dari lokasi pencetakan ke lokasi pembangunan Risha,” tegas mantan orang nomor satu di Korem 162/WB ini. (Eka).