Ketua DPC Hanura Loteng Muhammad Fihirudin ingatkan Pemkab Loteng lebih berhati hati terkait pembebasan lahan Dam Mujur
Lombok Tengah (postkotantb.com)- Pemda Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) diberi "warning" agar lebih hati-hati dalam pembangunan Dam Mujur.

Ketua DPC Partai Hanura Lombok Tengah, Mohammad Fihiruddin menegaskan, langkah hati-hati harus di ambil terutama pada proses pembebasan lahan untuk pembangunan Dam.

Menurutnya, kehati-hatian Pemda Loteng pada persoalan pembebasan lahan untuk proyek pembangunan agar tidak mengulangi cerita sumbang adanya oknum birokrat yang memainkan harga. Ia mencontohkan persoalan pembebasan lahan pasar Riris di desa Batu Nyale yang menjadk temuan BPK. Pada proses pembebasan lahan ini sejumlah pihak memainkan harga dan hampir menimbulkan kerugian negara. 

Menurut Fihir khusus untuk pembebasan lahan harus ada tim profesional dan pendekatan persuasif ke masyarakat sehingga tidak menimbulkan gejolak dan minimnya persoalan hukum di kemudian hari. 

"Jangan sampai terulang kembali permasalahan di masa lalu seperti pembebasan lahan pembangunan Pasar Riris di Desa Batu Nyale yang menjadi temuan BPK karena adanya dugaan Mark Up anggaran pembelian lahan," kata politisi muda ini. 

Selain soal pembebasan lahan, Fihir juga meminta Pemda Lombok Tengah harus bisa memastikan sumber air untuk Dam Mujur.

Sebab, papar dia, lokasi pembangunan Dam Mujur tidak memliki sumber air yang jelas.

"Yang ketiga, pemerintah harus juga memastikan azas kemanfaatan yang maksimal untuk masyarakat. Jangan hanya dibangun dengan biaya besar tapi tidak bisa dinikmati oleh masyarakat," tegasnya.

Fihir menekankan, pada prinsipnya Partai Hanura mendukung pembangunan Dam Mujur.

Namun ia menggarisbawahi,  jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan akibat dampak pembangunan Dam Mujur 

"Pembangunan demi kemaslahatan masyarakat pasti Hanura dukung. Tapi kalau dampak pembangunan merugikan masyarakat, Hanura juga pasti menjadi yang pertama akan menyoroti," tukasnya.(RZ)