Tuesday, December 11, 2018

Rokok Jontal Cita Rasa Khas Desa Mantar, Ramaikan Festival Mantar 2018

Sekretaris Daerah Sumbawa Barat Abdul Azis juga merokok khas Mantar ini pada festival mantar 2018 yang digelar pada Minggu (09/12), terlihat begitu menikmati cita rasanya. 

Sumbawa Barat (postkotantb.com)- Yang tidak kalah menarik dalam Festival Mantar 2018 ini, adanya orang tua lagi asyik duduk diatas bale-bale sambil membuat Rokok Jontal yaitu Rokok yang terbuat dari daun lontar yang telah dikeringkan, rokok jontal merupakan rokok khas masyarakat Pulau Sumbawa dan Sumbawa Barat  Nusa Tenggara Barat terkhusus masyarakat Desa mantar Kabupaten Sumbawa Barat ini. Daun lontar yang telah dijemur di bawah sinar matahari selama satu hari kemudian disisihkan untuk nantinya digulung bersama tembakau.

Sebelum dijadikan rokok, daun lontar terlebih dahulu dibersihkan dengan menggunakan parang atau pisau. Hal ini dilakukan agar bulu-bulu halus yang melekat pada daun dapat hilang. Setelah itu, daun akan dipotong sepanjang 10-20 centimeter dan lebar ukuran 3 jari. Dua potongan daun lontar biasanya sudah bisa dijadikan untuk menggulung tembakau.

Setetelah siap, gulungan daun lontar akan diikat menggunakan daun lontar yang lebih kecil atau bisa juga dengan menggunakan jumput tembakau.

Cita rasa khas yang dihasilkan rokok jontal lebih keras dibandingkan rokok pada umumnya. Aroma daun lontar begitu terasa saat asap memasuki tenggorokan. Buat anda yang tidak merokok, mungkin rasa gatal di tenggorokan akan begitu terasa saat menghisap rokok khad masyarakat Sumbawa ini.
Terlihat Sekretaris Daerah Sumbawa Barat Abdul Azis juga merokok khas Mantar ini pada festival mantar 2018 yang digelar pada Minggu (09/12), terlihat begitu menikmati cita rasanya. (Edi Candra)

No comments:

Post a Comment