Tuesday, December 11, 2018

Sedekah Orong Warga Mantar, Warnai Festival Mantar 2018

Tradisi Sedekah Orong atau Sedekah Lang, salah satu ritual yang sudah dilakukan secara turun temurun di Desa Mantar. Ikut Memeriahkan Festival Budaya Mantar 2018.
Sumbawa Barat (postkotantb.com)- Masyarakat Sumbawa barat khususnya Desa Mantar yang kental dengan tradisi dan budayanya memiliki cara tersendiri untuk mengimplementasikan rasa syukur kepada Allah SWT salah satunya menggelar tradisi Sedekah Orong atau Sedekah Lang. Ritual ini sudah dilaksanakan secara turun temurun dan berlangsung sejak lama.

Kegiatan ini dapat menunjang kegiatan pembangunan di berbagai sektor terutama sektor pariwisata khususnya wisata budaya. Hal ini sesuai visi pembangunan daerah yang menjadi ikhtiar dalam lima tahun ke depan dibawah kepemimpinan Dr Ir H W Musyafirin MM dan Fud Syaipudin ST sebagai Bupati dan Wakil Bupati sumbawa Barat yaitu terwujudnya masyarakat Sumbawa Barat yang berdaya saing, mandiri dan berkepribadian berlandaskan semangat gotong-royong dengan falsafah Ikhlas, Jujur dan sungguh-sungguh (IJS).

"Kita semua menyadari betapa pentingnya nilai-nilai luhur jati diri Warga Desa Mantar karena dengan tetap melestarikan kearifan lokal dalam membawa daerah ini menjadi Sumbawa Barat yang hebat dan bermartabat," kata H Sulaiman Tokoh Adat dan Budaya Desa mantar kepada media pada acara Festival Budaya Mantar 2018 pada minggu ( 09/12 )

Untuk diketahui jelas H Sulaiman, sedekah orong ini adalah ritual adat untuk mempertemukan rasa persaudaraan dan hubungan tali siraturrahmi serta mempertahankan nilai-nilai budaya yang mampu menambah nilai jual di sektor wisata. “Ritual ini sedekah Lang ini bukan bida’ah atau agama, karena di acara ini secara bersama membaca doa sebagai bentuk wujud rasa syukur agar hasil panen tahun ini berhasil," kata H Sulaiman.

Untuk itu Masyarakat Desa Mantar mengadakan acara Sedekah Orong atau sedekah Lang warnai puncak Festival Budaya Mantar 2018 yang digelar pada pada hari Minggu 09 Desember 2018 Sedekah orong merupakan acara adat tahunan yang dilaksanakan oleh warga Mantar. Kegiatan tersebut merupakan bentuk ungkapan rasa syukur warga dengan hasil panen yang melimpah.

Sedekah  orong  atau yang disebut Sedekah Lang diwarnai dengan berbagai kegiatan. Sabtu pagi, setiap ibu rumah tangga disibukkan dengan membuat pesar, yaitu jajan khas yang terbuat dari ketan yang dimasukkan ke dalam anyaman janur.

Pada malam Minggu, kegiatan diramaikan dengan pertunjukan musik daerah, kecimol. Acara puncak berlangsung pada pagi Minggu, setiap warga berbondong-bondong jalan kaki menggunakan pakaian adat sambil membawa mempan berisikan lauk pauk dan buah-buahan berjalan kaki menuju bukit mantar yang penuh pesona.
Pertunjukan Tarian penyambutan mengundang perhatian seluruh pengunjung, wisatawan lokal, tamu undangan serta warga Mantar. Tua, muda, dan anak-anak menikmati hiburan tahunan tersebut. 

Dinginnya Mantar pun terasa hangat di tengah keramaian warga yang menyaksikan pertunjukan seni ini. Tak ayal pula banyak pasangan muda-mudi yang memanfaatkan momen ini sebagai tempat menghabiskan waktu medekomendasi acara yang sakral ini sambil foto selfie bersama pasangannya.
Budaya ini yang harus dilestarikan, tidak hanya sebatas di Desa Mantar Saja akan tetapi diperluas secara umum untuk sebuah kebersamaan dan ini merupakan bagian dari Promosi Wisata Budaya Mantar sebagai Ikon Wisata Sumbawa Barat.(Adv/Edi)

No comments:

Post a Comment